Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah negara Aliansi Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) sekutu Amerika Serikat menyatakan tidak akan terlibat dalam rencana Presiden Donald Trump memblokade Selat Hormuz terutama kapal-kapal Iran.
Inggris dan Prancis menegaskan mereka tidak akan terseret ke dalam konflik AS dan Iran lebih luas lagi dengan ikut serta dalam blokade tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua negara NATO itu justru menekankan penting membuka kembali jalur yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia itu, yang secara efektif telah ditutup oleh Iran sejak berperang dengan AS pada 28 Februari.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan negaranya tidak akan mendukung blokade tersebut.
"Kami tidak mendukung blokade ini," ujarnya kepada BBC.
"Keputusan saya sangat jelas: apa pun tekanannya-dan tekanannya cukup besar-kami tidak akan terseret ke dalam perang," tambahnya.
Sementara itu, dikutip Reuters, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya akan menggelar konferensi bersama Inggris dan negara lain untuk membentuk misi multinasional guna memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
"Misi ini bersifat defensif dan terpisah dari pihak-pihak yang berperang, dan akan dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan," ujar Macron.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya menyampaikan kepada negara anggota bahwa Trump menginginkan komitmen konkret dalam waktu dekat untuk membantu mengamankan Selat Hormuz.
Rutte juga menyebut NATO dapat berperan di selat tersebut jika 32 negara anggotanya menyepakati pembentukan misi bersama.
Namun, sejumlah negara Eropa menyatakan hanya bersedia membantu AS di Selat Hormuz setelah tercapai penghentian konflik yang berkelanjutan serta ada jaminan dari Iran bahwa kapal mereka tidak akan diserang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan Selat Hormuz seharusnya dibuka kembali melalui jalur diplomasi. Ia juga menilai pembentukan kekuatan internasional untuk mengawasi selat tersebut akan rumit.
Fidan menyerukan agar NATO menata ulang hubungan dengan Trump dalam KTT yang dijadwalkan berlangsung di Ankara pada Juli mendatang.
Trump sebelumnya mengatakan militer AS akan bekerja sama dengan negara lain untuk memblokir seluruh lalu lintas maritim di jalur tersebut. Ia bahkan mengeklaim negara-negara Arab Teluk Persia telah bersedia membantu, tanpa merinci siapa aja.
Namun, militer AS kemudian menjelaskan bahwa blokade yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 GMT pada Senin ini hanya akan berlaku bagi kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.
Penolakan negara-negara sekutu ini menjadi sumber gesekan terbaru antara NATO-Eropa dan Trump. Padahal, Trump mengancam akan menarik AS dari NATO dan tengah mempertimbangkan penarikan sebagian pasukan AS dari Eropa.
Ketegangan juga meningkat setelah beberapa negara menolak mendukung perang AS terhadap Iran, termasuk dengan melarang pesawat militer AS menggunakan wilayah udara mereka.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

15 hours ago
5
















































