AS Kini Pertimbangkan Cabut dari NATO usai Perang Lawan Iran

14 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (8/4) mengatakan Trump mempertimbangkan langkah tersebut karena negara-negara Barat "telah gagal" dalam ujian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya memiliki kutipan langsung dari Presiden Amerika Serikat tentang NATO. Saya akan menyampaikannya kepada kalian. Mereka sudah diuji, dan mereka gagal," kata Leavitt, seperti dikutip Al Jazeera.

"Cukup menyedihkan karena NATO memunggungi rakyat AS selama enam minggu terakhir, padahal rakyat AS yang membiayai pertahanan mereka," lanjutnya.

Pernyataan Leavitt ini disampaikan beberapa saat sebelum Trump bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih.

Trump telah menyuarakan kekecewaannya terhadap aliansi militer tersebut lantaran mayoritas negara anggota menolak membantu AS kala diminta mengamankan kapal di Selat Hormuz.

Sejak diserang AS-Israel, Iran menutup lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Aksi itu pun mengakibatkan banyak negara krisis energi karena Selat Hormuz bertanggung jawab atas sekitar 20 persen minyak dan gas dunia.

Dalam wawancara dengan CNN setelah pertemuan, Rutte mengaku bahwa Trump blak-blakan mengutarakan kekecewaannya kepadanya. Namun, ia juga menyampaikan bahwa Trump mau mendengarkan argumennya mengenai penolakan negara-negara NATO terhadap AS.

"Jelas ada kekecewaan. Namun pada saat yang sama, ia juga mendengarkan dengan baik argumen saya atas apa yang terjadi," kata Rutte.

Hubungan AS dan NATO menegang sejak Trump kembali menjabat presiden pada 2025. Trump berulang kali mengancam akan membawa AS keluar dari NATO, salah satunya gegara masalah urunan biaya pertahanan yang dianggap tak adil.

Trump merasa AS selama ini mengeluarkan uang lebih banyak dari negara-negara anggota lain. Pada Juni 2025, saat konferensi tingkat tinggi NATO, para anggota pun setuju untuk menambah urunan mereka menjadi lima persen dari produk domestik bruto (GDP) masing-masing mulai 2035.

Ketegangan AS dan NATO juga terjadi setelah Trump mengancam akan mencaplok Greenland demi kepentingan nasional AS. Karena ancamannya itu, negara-negara Eropa buru-buru menambah kekuatan militer di Greenland agar tak diusik Trump.

Wall Street Journal pada Rabu mengabarkan bahwa dalam perselisihan kali ini, saking kecewanya, Trump berniat menarik pasukan AS dari sejumlah negara NATO yang dinilai tidak pro-AS.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |