AS Tembaki dan Sita Kapal Iran yang Mau Kabur dari Blokade Teluk Oman

3 hours ago 1

Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi

CNNIndonesia.com

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal perang Amerika Serikat menembaki hingga menyita kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menghindari blokade pasukan Negeri Paman Sam di Teluk Oman.

Dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Minggu (19/4), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Kapal USS Spruance menghentikan kapal berbendera Iran Touska karena mengabaikan peringatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Kapal AS] menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin," tulis Trump.

"Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!" imbuh dia.

Trump juga mengatakan Touska masuk daftar sanksi Kementerian Keuangan AS "karena riwayat aktivitas ilegal mereka sebelumnya."

Kapal tersebut terdaftar di situs web Kantor Pengawasan Aset Asing Kementerian Keuangan sebagai kontainer berbendera Iran yang disanksi AS.

Sementara itu, militer AS yang bertugas di kawasan Timur Tengah, Komando Pusat (US Central Command/CENTCOM) mengunggah penembakan kapal Touska di X.

Mereka menyebut pasukan AS sudah mengeluarkan sejumlah peringatan dan memberi tahu bahwa kapal tersebut melanggar blokade AS.

Setelah awak Touska gagal mematuhi peringatan berulang selama enam jam, Spruance meminta kapal itu untuk mengevakuasi ruang mesin.

"Spruance melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam MK 45,5 inci kapal perusak ke ruang mesin Touska," demikian pernyataan CENTCOM pada Minggu.

[Gambas:Twitter]

Mereka lalu berujar, "Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 kemudian menaiki kapal yang tak patuh tersebut, yang tetap berada dalam tahanan AS."

Menurut data terbaru yang tersedia dari situs web Marine Traffic, enam jam sebelum pengumuman Trump, Touska berada sekitar 45 kilometer (28 mil) di lepas pantai selatan Iran, dekat kota Chabahar.

Lebih lanjut, CENTCOM menekankan sejak blokade dimulai, pasukan AS telah memerintah 25 kapal komersial untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.

Menanggapi tindakan tersebut, militer Iran mewanti-wanti akan segera membalas AS.

"Kami memperingatkan angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera membalas dan melakukan pembalasan terhadap pembajakan bersenjata ini dan militer AS," kata juru bicara pusat komando militer Iran Khatam Al Anbiya, dikutip AFP.

Dia juga menuduh Amerika Serikat "melanggar" gencatan senjata dua pekan yang berlaku sejak 8 April.

Insiden ini terjadi saat ketegangan terus meningkat di rute pelayaran minyak global Selat Hormuz.

Iran sempat membuka blokade selat itu pada Jumat lalu, tetapi sehari kemudian menutup kembali karena AS terus memburu kapal berbendera Iran yang menuju atau dari pelabuhan negara itu.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |