China tekankan posisi adil dalam ketegangan Timur Tengah

1 day ago 1

Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China menegaskan menjaga posisinya tetap adil dan objektif dalam ketegangan di Timur Tengah khususnya terkait dengan agresi Amerika Serikat terhadap Iran.

"Sejak konflik dimulai, China telah memegang posisi yang objektif, adil, dan seimbang serta telah berupaya membantu mewujudkan gencatan senjata dan mengakhiri konflik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.

Sebelumnya pada Selasa pagi waktu AS, Presiden AS Donald Trump meningkatkan ancamannya terhadap Iran, memperingatkan bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" kecuali kepemimpinan negara itu mencapai kesepakatan yang melibatkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi," tulis Trump pada Selasa (7/4) di Truth Social.

Trump menetapkan tenggat hingga Selasa pukul 20.00 EDT (atau Rabu 07.00 WIB) dan memperingatkan bahwa infrastruktur seperti jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan "dihancurkan" jika tidak ada kesepakatan.

"Menteri Luar Negeri Wang Yi juga sudah melakukan 26 panggilan telepon dengan berbagai pihak termasuk Iran, Israel, Rusia, dan negara-negara Teluk," tambah Mao Ning.

Selain itu, Mao Ning menyebut Utusan Khusus Pemerintah China untuk Masalah Timur Tengah melakukan perjalanan ke wilayah tersebut dalam upaya mediasi serta pada pekan lalu, China dan Pakistan mengeluarkan lima poin inisiatif demi mewujudkan konsensus internasional untuk gencatan senjata dan perdamaian.

"Akar penyebab konflik adalah serangan militer AS-Israel terhadap Iran yang melanggar hukum internasional sehingga prioritas utama adalah mengakhiri operasi militer segera dan kembali ke dialog dan negosiasi," tambah Mao Ning.

Mao Ning menegaskan penggunaan kekerasan tidak membawa perdamaian dan penyelesaian lewat jalur politik adalah jalan yang benar.

"Semua pihak perlu menunjukkan ketulusan dan segera mengakhiri perang ini yang seharusnya tidak terjadi sejak awal. Kami berharap pihak-pihak terkait akan memanfaatkan kesempatan untuk perdamaian, menjembatani perbedaan melalui dialog, dan mengakhiri konflik sesegera mungkin," ungkap Mao Ning.

Trump dalam "Trump Social" mengatakan "Namun, sekarang kita memiliki perubahan rezim yang lengkap dan total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan kurang radikal berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi, SIAPA TAHU? Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks," tulisnya.

Ancaman itu muncul setelah pasukan AS semalam menyerang target militer di Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.

Iran telah memblokir sebagian besar transit minyak melalui Selat Hormuz sejak AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari 2026. Penutupan tersebut telah menyebabkan guncangan pasokan minyak yang bersejarah, yang dengan cepat membuat harga energi global melonjak.

Teheran pun telah melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Trump telah membual bahwa militer Iran telah "dihancurkan" tetapi mengakui bahwa Iran masih mengendalikan arus lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, yang berhenti total.

Pada konferensi pers Gedung Putih pada Senin (6/4), Trump mengatakan bahwa agar Iran dapat menghindari tenggat waktu tersebut, Iran harus menyetujui "kesepakatan yang dapat diterima oleh saya, dan bagian dari kesepakatan itu adalah, kami menginginkan lalu lintas minyak dan semua hal lainnya yang bebas."

Harga minyak dunia meningkat menjelang tenggat yang ditetapkan AS. Pada Selasa (7/4) pukul 06.30 GMT , harga minyak Brent naik 1,5 persen menjadi sekitar 111,4 dolar AS (sekitar Rp1,95 juta) per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meningkat 2,7 persen menjadi 115,3 dolar AS per barel.

Parlemen Iran diketahui telah menyetujui rancangan undang-undang yang akan mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan menggunakan mata uang nasional Iran, rial, larangan transit bagi AS dan Israel, serta pembatasan terhadap negara-negara yang terlibat dalam sanksi sepihak terhadap Iran.

Iran pun sudah menyampaikan dengan tegas bahwa ia menolak gagasan gencatan senjata dengan AS karena khawatir jeda pertempuran dapat memungkinkan musuh-musuhnya untuk kembali berkumpul dan melanjutkan serangan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa Teheran hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika ada jaminan untuk mencegah perang kembali terjadi.

Selain jaminan untuk mencegah siklus gencatan senjata dan konflik baru, Iran juga menuntut keputusan yang berkaitan dengan keamanan nasional “harus memastikan tidak ada tindakan agresi lebih lanjut.”

Baca juga: Tiga kapal China berhasil lintasi Selat Hormuz

Baca juga: China sebut dukung upaya mediasi Pakistan ke AS dan Iran

Baca juga: Trump ingin konflik dengan Iran berakhir sebelum bertolak ke China

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |