Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK Terkait Pencemaran Nama Baik

7 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Faizal Assegaf melaporkan juru bicara Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik, Selasa (14/4).

Laporan yang dilayangkan Faizal tersebut diterima kepolisian dan teregister dengan nomor LP/B/2592/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

"Saya datang sebagai warga negara untuk memperjuangkan hak saya sebagai warga negara melawan juru bicara KPK. Atas penyebaran berita fitnah, kebohongan publik, sosiologi dalam masalah yang terjadi di penanganan bea cukai," kata Faizal di Polda Metro Jaya, Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faizal yang dikenal sebagai kritikus politik ini menerangkan laporannya terkait pernyataan Budi soal pemeriksaan dirinya sebagai Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri oleh penyidik KPK dalam kasus importasi pada Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.

Penyidik KPK diketahui memeriksa Faizal sebagai saksi untuk mendalami soal dugaan penerimaan barang dan fasilitas dari tersangka Rizal (RZ), selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026.

Ia mengaku dicecar lima pertanyaan, dua pertanyaan di antaranya terkait bantuan pribadi dari seseorang bernama Rizal kepada sejumlah aktivis berupa perangkat elektronik seperti komputer, WiFi video, hingga body encoder.

Namun, menurut Faizal, setelah pemeriksaan itu Budi memelintir pernyataannya seolah-olah terlibat dalam perkara korupsi.

"Juru bicara KPK memelintir pemberitaan yang seolah-olah saya, Pak Faizal Assegaf dan kawan-kawan ini terlibat dalam kejahatan korupsi. Tidak ada rincian dari isi dokumen, tidak ada penjelasan dan peristiwa yang sebenarnya. Ini satu tindakan perilaku juru bicara yang bertentangan dengan aturan, bertentangan dengan proses penegakan hukum," tuturnya.

Faizal mengatakan telah melayangkan somasi kepada Budi, namun tak mendapat respons. Karenanya, Faizal pun memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

"Kita masuk jalur hukum, masuk ke aspek hukum. Kita minta warga negara, hak kami juga mendapatkan pembelaan atas pencemaran nama baik, fitnah, dan perbuatan tidak menyenangkan. Laporan diproses, dan saya dan kawan-kawan menyediakan waktu yang panjang untuk menyodorkan semua bukti," kata dia.

Selain laporan polisi, Faizal juga berencana melaporkan Budi ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Kemudian kami akan melaporkan ke Dewas, gelar perkara apakah pernyataan saudara Budi ini bertujuan menarik-narik sesuatu masalah yang tidak ada hubungan dengan masalah penanganan korupsi? Untuk tujuan apa? Untuk pengalihan isu?," katanya.

Dikutip dari detik.com, KPK memeriksa tiga saksi dalam kasus importasi pada Ditjen Bea Cukai Kemenkeu pada Selasa (7/4). Salah satunya Faizal Assegaf, yang merupakan Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri.

Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan Faizal diperiksa bersama dua saksi lainnya bernama Muhammad Mahzun dan Rahmat, yang merupakan pegawai Bea Cukai.

Kata Budi, pemeriksaan terhadap Faizal dilakukan untuk mendalami soal dugaan penerimaan barang dan fasilitas dari tersangka kasus ini, Rizal (RZ), selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026.

"Terkait pemeriksaan saksi, kepada yang bersangkutan penyidik mendalami adanya dugaan penerimaan barang atau fasilitas oleh saksi dari salah satu tersangka dalam perkara Bea dan Cukai, yaitu tersangka saudara RZ," ungkap Budi kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa.

Budi menyebut penyidik mendalami maksud dan tujuan serta latar belakang pemberian tersebut. Selain itu, penyidik mendalami hal lain. Namun Budi tak memerinci lebih juga mengenai hal lain yang didalami.

"Salah satunya yang didalami oleh penyidik terkait dengan itu ya, penerimaan fasilitas atau barang oleh saudara FA yang diduga diperoleh dari saudara RZ, yang merupakan salah satu tersangka dalam perkara Bea dan Cukai," terang Budi.

(dis/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |