Film Indonesia Solata Raih Penghargaan di Bulgaria

6 hours ago 2

Film panjang Solata meraih penghargaan dalam Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Film yang mengangkat tema pendidikan, persahabatan, dan budaya Toraja ini menyabet Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh sutradara sekaligus produser Ichwan Persada di Sofia. "Ini adalah penghargaan yang sangat berarti buat kami dan sangat membangkitkan semangat," ungkap Ichwan kepada Tempo pada Selasa, 9 Juni 2026.

Namun, ia menyayangkan belum adanya dukungan materiil dari pemerintah daerah hingga saat ini. "Kami sangat senang karena film Solata ternyata bisa diapresiasi lebih baik di luar negeri dibanding di negerinya sendiri," ujarnya.

Pencapaian ini menambah deretan prestasi internasional film Solata yang sebelumnya telah diputar di Festival Film MENAR Bulgaria pada Januari 2026. Film tersebut juga dijadwalkan berpartisipasi dalam Tirana International Film Festival (TIFF) di Albania, salah satu festival film internasional berstatus kualifikasi Academy Awards (Oscar).

Film Solata dibintangi Rendy Kjaernett tayang di bioskop mulai 6 November 2025. Dok. Walma Pictures dan Indonesia Sinema Persada

Selain Solata, dua film Indonesia lainnya juga meraih penghargaan dalam Golden FEMI Film Festival. Film dokumenter DJUM karya Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto menerima Best Production with Strong Social Message and Humanitarian Contribution Award, serta film pelajar Dolanan Nusantara karya Dimas Surya Pratama mendapat Best Educational Documentary and Cultural Heritage Preservation.

Penghargaan untuk kedua film tersebut diterima oleh Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta, mewakili para sineas Indonesia yang berhalangan hadir pada malam penganugerahan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa film merupakan medium penting dalam membangun pemahaman antarbangsa.

“Film mampu menghadirkan kisah tentang kemanusiaan, budaya, dan harapan yang dapat dipahami oleh siapa pun, di mana pun,” ucapnya, dilansir dari portal Kementerian Luar Negeri. Penghargaan yang diraih ketiga film tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa cerita-cerita Indonesia memiliki relevansi universal dan mampu menyentuh penonton lintas budaya.

Golden FEMI Film Festival merupakan ajang perfilman internasional yang berfokus pada karya-karya dengan nilai artistik dan pesan sosial. Tema yang diangkat dalam film-film yang ditampilkan umumnya berkisar pada kemanusiaan, keberagaman budaya, perdamaian, serta isu-isu sosial global.

Golden FEMI Film Festival tahun ini berlangsung di bawah patronase Presiden Bulgaria, Iliana Iotova, dan dihadiri oleh pelaku industri film dari berbagai negara. Turut hadir sejumlah duta besar dari sejumlah negara, antara lain Armenia, Lebanon, Siprus, Mongolia, Maroko, Polandia, dan Argentina.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |