Insiden Pelemparan Bus Borneo FC: Panpel Madura United Minta Maaf dan Kutuk Keras Oknum Suporter

12 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Kemenangan Borneo FC atas Madura United dengan skor 3-1 dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026), diwarnai insiden di luar lapangan.

Laga yang semestinya menjadi ajang kompetisi sehat justru tercoreng oleh aksi tidak terpuji dari oknum suporter. Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan momen ketegangan saat rombongan pemain Borneo FC turun dari kendaraan dan mengejar pihak yang diduga melakukan pelemparan batu ke arah bus tim.

Insiden ini langsung menjadi sorotan dan memicu reaksi dari berbagai pihak. Tidak hanya mencoreng pertandingan, kejadian tersebut juga dinilai merusak citra sepak bola daerah.

Panitia Pelaksana (Panpel) Madura United pun bergerak cepat memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan sikap resmi atas kejadian tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Panpel Soroti Hilangnya Nilai Sportivitas

Ketua Panpel Madura United, Moh. Alwi, menyampaikan kekecewaan mendalam atas tindakan oknum suporter yang dinilai melanggar nilai sportivitas.

“Panpel Madura United FC menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas tindakan salah satu oknum suporter yang telah melakukan perbuatan di luar nilai-nilai sportivitas sepak bola,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa rivalitas seharusnya hanya terjadi di dalam lapangan selama 90 menit.

“Kami menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola hanya berlangsung selama 90 menit di dalam lapangan. Lebih dari itu, kita semua terikat oleh nilai kebersamaan dan persaudaraan,” lanjutnya.

Alwi juga menyinggung nilai lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Madura, seperti semangat “Madruji” yang mengedepankan sikap damai, rukun, dan terpuji.

“Sikap rendah hati, saling menghormati, serta menjunjung tinggi etika dan sopan santun harus menjadi landasan dalam setiap tindakan, termasuk dalam mendukung tim,” katanya.

Siap Proses Hukum dan Jaga Integritas Sepak Bola

Sebagai bentuk tanggung jawab, Panpel Madura United menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak Borneo FC.

Selain itu, manajemen memastikan akan bersikap kooperatif dengan aparat penegak hukum dalam mengusut kejadian tersebut.

“Tidak ada pembenaran atas tindakan yang terjadi. Kami mengutuk keras segala bentuk perilaku yang mencederai sportivitas dan semangat fair play,” tegas Moh. Alwi.

“Kami siap mendukung penuh setiap proses serta langkah yang akan diambil oleh pihak berwenang,” imbuhnya.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen Madura United untuk menjaga integritas sepak bola Indonesia. Manajemen berharap insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, khususnya suporter, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Persaingan di BRI Super League 2025/2026

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Wahyu Pratama
  • Gregah Nurikhsani
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |