Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengancam akan menjadikan kawasan Timur Tengah jadi "neraka" jika Amerika Serikat melancarkan serangan besar terhadap infrastrukturnya.
Ancaman itu disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, di tengah meningkatnya ketegangan regional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kawasan itu akan menjadi neraka bagi musuh jika serangan terhadap infrastruktur Iran meluas," ujar Zolfaghari, dikutip Middle East Monitor.
Ia menambahkan bahwa harapan untuk mengalahkan Iran telah berubah menjadi "kubangan lumpur" bagi AS.
Zolfaghari juga menyebut ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap infrastruktur Iran menunjukkan kebingungan dan frustrasi.
Menurutnya, angkatan bersenjata Iran tidak akan ragu membela sumber daya nasional dan menanggapi setiap agresi.
Zolfaghari memperingatkan setiap eskalasi akan dibalas secara tegas, termasuk serangan berkelanjutan yang menargetkan infrastruktur yang digunakan AS dan Israel.
Peringatan itu muncul di tengah laporan yang mengutip sumber-sumber Israel mengenai persiapan untuk menargetkan fasilitas energi Iran.
Media Iran, termasuk Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber yang menyebut dua pembangkit listrik utama pemasok listrik ke Israel telah dimasukkan ke dalam daftar target potensial.
Menurut sumber itu, langkah itu bagian dari strategi "respons" untuk membalas setiap serangan terhadap infrastruktur Iran.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
4











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





