Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan Amerika Serikat di tengah konflik yang masih berlangsung.
Sumber pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya menyebut, tawaran tersebut disampaikan melalui negara ketiga pada Rabu (2/4). Namun, Teheran menolak usulan itu dan juga enggan bertemu mediator untuk pembicaraan lebih lanjut.
"Iran menolak proposal tersebut," demikian laporan Fars, Jumat (3/4), sebagaimana dilansir dari Middle East Eye.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran yang lebih dulu meminta gencatan senjata. Namun, klaim itu dibantah oleh pihak Teheran.
Upaya mediasi yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Pakistan, dilaporkan menemui jalan buntu setelah Iran menolak bertemu pejabat AS di Islamabad. Teheran disebut menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima.
Iran sendiri mengajukan syarat berupa penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah serta kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat perang.
Sejumlah negara seperti Turki, Mesir, dan Qatar disebut tengah berupaya memediasi konflik. Namun, Qatar dilaporkan menolak tekanan untuk mengambil peran sebagai mediator utama.
Di tengah kebuntuan diplomatik, konflik militer masih terus berlangsung. Penilaian intelijen AS menyebut Iran masih memiliki sekitar setengah dari peluncur rudal dan drone kamikaze, meski telah lebih dari sebulan menghadapi serangan gabungan AS dan Israel.
Pada hari yang sama, militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur AS jenis F-15E di wilayah barat daya negara itu.
Seorang juru bicara markas militer Khatam al-Anbiya menyebut, pesawat tersebut 'hancur total'. Pihak militer AS kemudian mengonfirmasi pesawat yang jatuh adalah F-15E, bukan F-35 seperti klaim awal Iran.
Operasi pencarian terhadap awak pesawat dilakukan oleh kedua pihak. Laporan media AS menyebu, ,satu dari dua awak berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Selain itu, laporan media Amerika juga menyebut satu pesawat tempur AS lainnya jenis A-10 jatuh di kawasan Teluk dekat Selat Hormuz, dengan pilot berhasil diselamatkan.
Perkembangan ini menandai eskalasi konflik yang kian meluas, di tengah belum tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai.
(lau/asr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)






