Jakarta, CNN Indonesia --
Lurah Kalisari Nurhasanah dipanggil Inspektorat DKI Jakarta untuk memberikan klarifikasi terkait polemik penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dalam merespons aduan warga melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
"Saya dipanggil oleh Inspektorat pukul 10.00 WIB. Nanti wawancara setelah dari sana," kata Lurah Kalisari, Nurhasanah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/4).
Pemerintah Kota Jakarta Timur pun langsung merespons cepat persoalan yang menjadi sorotan publik tersebut. Camat Pasar Rebo, Mujiono, menyebut pihaknya telah menggelar rapat terbatas bersama jajaran terkait sebagai langkah pembinaan awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat tersebut melibatkan lurah, petugas PPSU, serta pejabat terkait lainnya, dan digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Timur setelah kasus ini menuai kritik luas dari masyarakat.
"Kami kumpulkan seluruh petugas PPSU, kepala seksi, dan lurah dalam rangka pembinaan agar ke depan tidak lagi menggunakan AI dalam menjalankan tugas," kata Mujiono.
Menurutnya, penggunaan AI dalam pelayanan lapangan dinilai tidak tepat karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa tugas utama PPSU adalah memberikan pelayanan langsung di lapangan, bukan sekadar menampilkan visualisasi digital.
Meski demikian, Mujiono tidak menjelaskan lebih jauh soal kemungkinan sanksi terhadap petugas yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kewenangan tersebut berada di tingkat kelurahan.
"Karena PPSU merupakan perangkat kelurahan, maka kewenangan penindakan kami serahkan kepada lurah," tegasnya.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya unggahan di media sosial yang memperlihatkan petugas PPSU menggunakan AI untuk merespons laporan warga terkait parkir liar di Jalan Damai, Kelurahan Kalisari.
Dalam unggahan tersebut, terlihat petugas berseragam oranye berada di lokasi. Namun, hasil visual berbasis AI menunjukkan perbedaan signifikan, seperti perubahan atribut pakaian hingga hilangnya sejumlah kendaraan dari gambar.
Perbedaan antara kondisi nyata dan hasil visualisasi itulah yang memicu kritik tajam dari warganet. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk manipulasi yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ruas jalan di kawasan itu tergolong sempit, hanya sekitar dua meter. Tercatat ada empat kendaraan yang terparkir di badan jalan, termasuk satu unit kendaraan dalam kondisi rongsokan.
Sementara tiga kendaraan lainnya diketahui milik bengkel mobil di sekitar lokasi. Keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut membuat akses jalan menjadi sangat terbatas, sehingga pengguna jalan harus melintas dengan kondisi berhimpitan dengan tembok rumah warga.
Situasi tersebut sebelumnya telah dilaporkan masyarakat melalui aplikasi JAKI dengan harapan adanya penertiban. Namun, respons yang diberikan justru berupa visualisasi berbasis AI yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Pemerintah Kota Jakarta Timur menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap prosedur kerja PPSU, selain pembinaan internal, guna mencegah kejadian serupa terulang. Mereka juga menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas pelayanan publik agar setiap laporan warga ditindaklanjuti secara faktual dan transparan.
(antara/isn)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)








