Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dan anggota Kongres AS Ted Lieu ribut adu argumentasi saat membahas kelakuan Presiden Donald Trump yang kerap molor saat rapat.
Rubio berkilah bahwa Presiden Donald Trump tertidur saat mengikuti rapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan dengan Komite Hubungan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (3/6), Rubio dicecar oleh Ted Lieu mengenai Trump yang sering kedapatan terlelap saat rapat. Ia ditanya apakah pernah melihat Trump tidur ketika rapat kabinet.
"Itu tidak benar. Saya belum pernah melihatnya tertidur. Sebaliknya, ia tidak tidur, dan itu masalah besar karena dia menelepon saya jam 2 pagi, jam 5 pagi," jawab Rubio, seperti dikutip The Hill.
Menurut Rubio, Trump justru bukan seseorang yang gemar tidur. Bahkan, kata dia, Trump beberapa hari lalu berada di ruang kerja pada pukul 00.30 dini hari.
Mendengar jawaban Rubio, Lieu tak percaya. Ia menuduh sang Menteri berbohong dan kemudian menunjukkan klip ketika Trump tidur selama rapat kabinet. Dalam salah satu video, ada Rubio di dekat Trump.
Tujuan Lieu membahas Trump tidur sendiri karena sejumlah senator khawatir tentang kesehatannya. Lieu berpendapat Trump sering tampak "lemah" di mata musuh-musuhnya ketika kamera sedang merekam.
Rubio merespons ini dengan menegaskan Trump punya energi yang luar biasa besar, tidak seperti yang orang lain bayangkan. Di pesawat, ketika banyak orang tidur, Trump malah jalan-jalan dan mencari orang untuk diajak ngobrol.
"Saya hanya ingin memberi tahu Anda. Anda mungkin tidak menyukai kebijakannya, tidak menyukai keputusan yang telah dia buat, tapi saya jamin, ia bukan presiden yang tertidur atau mengalami gangguan kognitif dalam bentuk apa pun," ucap Rubio.
Masalah Trump tidur ini sudah ramai dibicarakan sejak Trump kembali menjabat di Gedung Putih. Baru-baru ini, Trump buka suara dan menjelaskan bahwa ia bukan tidur, melainkan memejamkan mata karena bosan.
Kesehatan Trump mulai disorot setelah publik menemukan memar di tangan dan kakinya. Gedung Putih menyebut memar tersebut disebabkan oleh penggunaan aspirin atau obat pengencer darah.
Hasil pemeriksaan medis Trump bulan lalu juga menunjukkan Trump dalam keadaan sehat, meski kelebihan bobot tubuh yang nyaris mencapai ambang batas obesitas.
(bac/bac)
Add
as a preferred source on Google

16 hours ago
3






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)









