Oghab 44, Pangkalan Bawah Tanah Iran Simpan Jet Tempur-Pesawat Canggih

19 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) dan Israel dikabarkan menyerang sebuah pangkalan angkatan udara Iran yang terletak di bawah tanah di daerah pegunungan.

Pangkalan tersebut, yakni Oghab 44 atau Eagle 44, yang terletak di Provinsi Hormozgan, selatan Iran.

Dilansir dari The New York Times, citra satelit menunjukkan bahwa Oghab 44 terkena sejumlah serangan pada akhir Maret lalu. Gambar yang diambil dari angkasa memperlihatkan kawah akibat benturan di dan dekat pintu masuk terowongan menuju tempat perlindungan pesawat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan citra satelit tersebut, kerusakan akibat hantaman itu tampaknya telah melumpuhkan akses ke landasan pacu, sehingga menjebak segala macam pesawat di dalamnya. Sebuah struktur yang terkait dengan konstruksi yang sedang berlangsung di lokasi tersebut juga terlihat hancur.

Citra satelit turut menunjukkan beberapa gundukan tanah kecil atau rintangan di landasan pacu, yang tampaknya dibuat Iran untuk mencegah pendaratan pesawat musuh.

Militer AS dan Israel belum memberikan komentar mengenai ini.

Apa itu Oghab 44?

Oghab 44 atau Eagle 44 merupakan pangkalan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) yang terletak di Provinsi Hormozgan, sekitar 160 kilometer di utara Selat Hormuz. Pangkalan ini dibangun sekitar 2013, dengan landasan pacu dibangun beberapa tahun kemudian.

Nama Eagle 44 merujuk pada peringatan ke-44 Revolusi Islam Iran tahun 1979 ketika pangkalan tersebut pertama kali diungkap ke publik.

Iran mengenalkan pangkalan ini pada 2023 saat media Iran menyiarkan rekaman yang menunjukkan drone dan jet tempur, termasuk F-4 Phantom buatan AS, disimpan di bawah tanah. Pesawat itu diperoleh Iran sebelum revolusi Islam 1979.

Dilansir dari Ynet News, Oghab 44 dianggap sebagai pangkalan udara taktis pertama Iran yang dirancang untuk menampung dan mempersiapkan jet tempur, pesawat pembom, serta kendaraan udara nirawak untuk menjalankan misi.

Pangkalan ini memiliki berbagai area, antara lain area siaga, pos komando, hanggar pesawat tempur, pusat perbaikan dan pemeliharaan, peralatan navigasi dan bandara, serta tangki bahan bakar, menurut laporan media Iran Press TV.

Oghab 44 diklaim mampu melengkapi pesawat dengan sistem peperangan elektronik serta berbagai bom dan rudal. Pangkalan bawah tanah ini memungkinkan operasi udara jarak jauh dan memperluas jangkauan strategis serangan terhadap target yang jauh.

Berdasarkan laporan The New York Times pada Februari 2023, Oghab 44 kemungkinan menampung jet tempur canggih Sukhoi Su-35 buatan Rusia. The New York Times saat itu menelaah gambar yang dirilis Iran dan citra satelit, dan menemukan petunjuk bahwa Teheran telah mempersiapkan pangkalan tersebut untuk jet tempur Su-35.

Pada 2022, Iran berencana membeli jet tempur tersebut seiring dengan meningkatnya kerja sama pertahanan dengan Rusia usai invasi Moskow di Ukraina. Iran merupakan pemasok senjata utama bagi Rusia dalam perangnya dengan Ukraina.

"Citra-citra ini kemungkinan digunakan untuk menilai ruang gerak pesawat di seluruh fasilitas bawah tanah dan dapat mengindikasikan bahwa pesawat tersebut (Su-35) akan berbasis di sini," kata mantan analis citra pemerintah AS Chris Biggers saat itu.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, sementara itu menyatakan bahwa jet-jet tempur yang disimpan di Oghab 44 dipersenjatai dengan rudal jelajah jarak jauh. Narasi ini menandakan bahwa Iran bermaksud menggunakan pesawat tempur di sana untuk menargetkan sasaran darat atau laut jika terjadi serangan, bukan untuk pertahanan udara.

Forbes memahami bahwa Iran tampaknya membangun Oghab 44 yang berada di bawah tanah setelah belajar dari pengalaman Perang Enam Hari tahun 1967 dan Perang Iran-Irak tahun 1980-1988.

Penghancuran besar-besaran Angkatan Udara Mesir di darat oleh Israel selama Perang Enam Hari kemungkinan memengaruhi Teheran untuk melindungi pesawat-pesawatnya dari serangan pendahuluan di situasi konflik.

Farzin Nadimi, dalam sebuah artikel The Washington Institute for Near East Policy pada Februari 2023, mencatat bahwa lokasi strategis Oghab 44 telah memberi Iran kemampuan untuk melancarkan serangan mengejutkan terhadap kapal dan pangkalan AS di Timur Tengah.

Nadimi berujar Oghab 44 dibangun khusus untuk berfungsi sebagai area peluncuran serangan terhadap kelompok tempur kapal induk AS di Teluk Persia.

Menurut Nadimi, strategi pangkalan semacam ini sejalan dengan kalkulus anti-akses/penolakan wilayah (A2/AD) asimetris Iran yang bertujuan memutus akses udara dan maritim ke Teluk Persia, yang pada gilirannya bertujuan memutus rantai pasok energi vital dan memberi tekanan internasional untuk menghentikan permusuhan.

Sesuai prediksi Nadimi, tampaknya, Iran memang sedang menjalankan strategi tersebut dalam perang AS-Israel vs Iran saat ini.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |