Petugas SPBU Jaktim Korban Pria Ngaku Aparat: Saya Dipukul Bolak Balik

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang operator SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku mengalami penganiayaan dan ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan oknum aparat saat bertugas pada sif malam, Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban, Lukman Hakim (19), menuturkan dirinya sempat dikejar hingga ke area mess setelah dipukul berulang kali.

"Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah fasilitas hunian sementara (mess). Dia kejar sambil bilang, 'Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?'," kata Lukman di Jakarta Timur, Senin (23/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukman yang baru enam bulan bekerja sebagai operator SPBU 3413901 setelah lulus SMK menjelaskan, peristiwa bermula saat sebuah mobil datang untuk mengisi BBM subsidi. Ia menunggu barcode sebagai syarat pengisian sesuai prosedur dari Pertamina, namun kode tersebut tak kunjung ditunjukkan.

"Awalnya saya lagi jaga malam, situasi lagi santai. Datang mobil pelaku masuk untuk isi bahan bakar minyak (BBM). Saya tunggu barcode-nya, tapi beberapa menit belum ditunjukkan," ujar Lukman.

Karena antrean kendaraan mulai mengular, Lukman meminta barcode subsidi. Namun, saat ditunjukkan, data dalam kode tersebut tidak sesuai dengan jenis kendaraan.

"Mobilnya seperti Alphard, tapi di 'barcode' tertulis jenis Kijang. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Pertamina, walaupun pelatnya sama tapi kalau barcode beda, kita tidak boleh isi," ucap Lukman.

Diduga tak terima ditegur, pria tersebut langsung marah-marah dan menantang para petugas.

"Seperti menantang, dia bilang, 'siapa yang berani sama saya?'," kata Lukman.

Situasi semakin memanas ketika Lukman memanggil staf bernama Ahmad Khoirul Anam untuk memastikan kebijakan pengisian. Pelaku mendorong Ahmad Khoirul Anam hingga kepalanya terbentur mobil. Seorang perempuan yang berada di dalam kendaraan sempat terdengar melarang tindakan kasar itu.

Tak berhenti di situ, pelaku juga menampar staf Abud Mahmudin yang berusaha menenangkan keadaan. Lukman sempat mengira pelaku akan pergi setelah mobilnya maju, namun pria tersebut kembali turun saat ia tengah menghitung uang setoran.

"Saya dipukul bolak-balik sama dia. Nah, baru saya lari ke belakang. Lari ke mes dikejar sama dia. Warga ngomong langsung bilang ke Polsek, ya udah saya lari ke Polsek," jelas Lukman.

Ia kemudian menyelamatkan diri ke Polsek Pulogadung. Saat petugas datang kembali ke lokasi bersama dirinya, pelaku sudah tidak berada di tempat. Keributan itu disebut berlangsung hampir satu jam, dari sekitar pukul 22.00 WIB hingga menjelang 23.30 WIB.

Rekaman CCTV di area SPBU telah diperiksa bersama aparat kepolisian, termasuk dari Polda Metro Jaya, dan dijadikan barang bukti.

"CCTV sudah dilihat sama Polsek dan Polda. Barang buktinya ada semua. Setelah itu baru disarankan untuk buat laporan resmi," ujar Lukman.

Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, mengatakan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Pulogadung. Korban yang mengalami luka juga telah menjalani visum.

"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulogadung seberang SPBU. Dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah di visum," kata Ernesta.

Selain kepolisian, Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya turut mendatangi lokasi terkait dugaan keterlibatan oknum aparat.

Terdapat tiga korban dalam kejadian itu, yakni Ahmad Khoirul Anam yang telah bekerja sekitar lima tahun, Lukman Hakim yang baru enam bulan bekerja, serta Abud Mahmudin dengan masa kerja sekitar empat tahun.

Anam mengalami tamparan di pipi, Lukman dipukul di rahang kanan, sementara Abud dipukul di bagian bawah mata dan pipi hingga menyebabkan giginya copot.

Para korban berharap kasus ini diproses secara transparan dan profesional agar memberikan rasa aman bagi para pekerja SPBU yang menjalankan tugas sesuai prosedur.

(antara/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |