Rusia: Iran Belum Minta Bantuan Senjata

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia mengatakan belum menerima permintaan bantuan dari Iran untuk mengirim suplai senjata selamat perang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Hal tersebut disampaikan Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis (5/3) menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan rencana kirim persenjataan ke Iran.

"Dalam hal ini, tidak ada permintaan dari pihak Iran. Posisi konsisten kami diketahui secara umum dan tidak ada perubahan dalam hal ini," kata Peskov.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusia menjadi salah satu negara yang disorot saat Iran tengah digempur AS dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Pasalnya, Moskow diketahui memiliki hubungan keamanan dan pertahanan yang cukup erat dengan Teheran. Oleh karena itu, sejak perang pecah di Timur Tengah, banyak pihak bertanya akan kah Rusia membantu Iran termasuk memasok senjata di tengah gempuran AS-Israel.

Peskov sendiri mengatakan pihaknya menghormati pilihan Iran yang tidak meminta bantuan persenjataan. Meski demikian, ia menegaskan kedekatan hubungan kedua negara tidak akan berubah.

Tahun lalu, Iran kembali membuat kesepakatan kemitraan strategis dengan Rusia selama 20 tahun ke depan.

Rusia membangun dua fasilitas nuklir baru di Bushehr, satu-satunya situs pembangkit tenaga nuklir di Iran.

Sebagai gantinya, Iran menyuplai Rusia dengan drone-drone kamikaze, Shahed, untuk suplai senjata melawan Ukraina.

Lebih lanjut, pengamat menilai Rusia tidak membantu Iran karena Moskow masih disibukkan dengan perang melawan Ukraina.

Kepala ahli strategi geopolitik di BCA Research Matt Gerken berpandangan perang berkepanjangan di Ukraina telah mengikis kemampuan Rusia untuk memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya.

Ia menyebut militer Rusia sudah kewalahan karena perang dan perekonomian Rusia juga terus-terusan di bawah tekanan sanksi negara Barat. Kondisi ini menyebabkan pengaruh Moskow di Timur Tengah kian berkurang.

Presiden Transversal Consulting, Ellen Wald, juga mengatakan Rusia tampaknya malah bersyukur dengan situasi Timur Tengah karena perhatian dunia dan Trump kini terfokus pada Iran.

"Putin jelas senang dengan situasi ini, menurut saya, meskipun setelah masalah ini terselesaikan, Trump pasti akan mengalihkan perhatian berikutnya ke Putin," kata Wald.

(lom/sur)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |