Siaga Perang dengan AS, Iran Mau Beli Rudal Anti-Kapal dari China

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran berencana membeli rudal anti kapal dari China di tengah ancaman perang yang berulang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Teheran mencapai kesepakatan nuklir.

Menurut enam sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan Iran akan membeli rudal CM-302. Kesepakatan kedua negara makin dekat dan tinggal menunggu waktu diteken.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran memiliki perjanjian militer dan keamanan dengan sekutunya, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan perjanjian-perjanjian ini," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran kepada Reuters, Selasa (24/2).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan tak mengetahui ada pembicaraan soal potensi penjualan rudal.

Kementerian Pertahanan China juga belum menanggapi permintaan komentar.

Amerika Serikat tidak secara langsung membahas negosiasi Iran dan China mengenai sistem rudal tersebut.

Rudal anti pesawat itu memiliki jangkauan sekitar 290 km dan dirancang untuk menghindari serangan kapal. Peluru kendali ini juga bisa terbang dengan rendah dah cepat.

Para pakar meyakini CM-302 akan betul-betul menambah kemampuan serangan Iran dan menimbulkan ancaman bagi pasukan AS di kawasan.

"Ini akan mengubah semua jika Iran punya kemampuan supersonik untuk menyerang kapal di wilayah tersebut," kata pakar politik Iran Danny Citrinowicz.

Dia juga menyoroti soal China yang tak ingin melihat rezim pro-Barat di Iran.

Pemerintahan yang pro Amerika Serikat akan menjadi ancaman bagi kepentingan Negeri Tirai Bambu.

"Mereka berharap rezim ini akan tetap berkuasa," ujar Citrinowicz.

Negoisasi Iran-China dalam pembelian rudal meningkat tajam usai Israel dan dibantu Amerika Serikat menggempur habis-habisan negara pimpinan Ayatollah Ali Khamenei pada Juni tahun lalu atau dikenal Perang 12 Hari.

Pembicaraan jual beli senjata kedua negara tersebut dimulai sejak dua tahun lalu. Saat negosiasi memasuki tahap akhir, sederet pejabat top Iran termasuk wakil menteri pertahanan Massoud Oraei berkunjung ke China.

Rencana pembelian rudal itu muncul saat AS berulang kali bersiap menggempur Iran. Mereka bahkan sudah mengerahkan dua kapal induk ke perairan Timur Tengah.

AS dan Iran sedang terlibat negosiasi nuklir. Trump ingin pemerintahan yang berbasis di Teheran itu mengurangi pengayaan materi nuklir hingga nol dan membatasi produksi rudal balistik.

Iran disebut-sebut tak akan menerima kesepakatan semacam itu dan menyatakan siap menyerang jika AS menggempur mereka.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |