Xi Jinping: China, Korut berbagi sungai, gunung dan nasib yang sama

17 hours ago 4

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping mengatakan hubungan Tiongkok dan Korea Utara berbagi gunung, sunai dan nasib yang sama sehingga persahabatan kedua negara akan semakin kokoh.

"China dan Korea berbagi gunung dan sungai serta nasib yang sama. Persahabatan tradisional Tiongkok-Korea diwariskan dan semakin kokoh dalam ujian perubahan situasi internasional," kata Xi Jinping saat menghadiri jamuan makan malam yang digelar di Mokran House, Pyongyang, Senin (8/6/2026).

Di sepanjang jalan menuju Mokran House, berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri China, rakyat Korea Utara berbaris dengan antusias mengenakan pakaian tradisional, menyambut iring-iringan mobil tamu. Ruang jamuan dihiasi lampu dan bunga yang merekah, dipenuhi suasana yang hangat dan semarak.

Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan tiba di Mokran House. Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju, menyambut dengan hangat. Keempatnya lalu berfoto dan para pemimpin partai dari Korea Utara berbaris untuk menyambut dan memberikan penghormatan.

Setelah itu, keempatnya masuk ke aula jamuan dan seluruh hadirin berdiri untuk menyambut mereka.

Xi Jinping juga menyampaikan bahwa tahun ini menandai 65 tahun penandatanganan "Traktat Persahabatan, Kerja Sama, dan Saling Membantu China-Korea Utara" dan hubungan China-Korea Utara kini berdiri pada titik awal historis yang baru.

Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara China dan Korea Utara, yang ditandatangani pada tahun 1961, memuat ketentuan yang menjamin dukungan militer dan bantuan lainnya secara segera jika terjadi serangan bersenjata terhadap salah satu negara tersebut.

"Dalam kunjungan kali ini, saya telah mencapai konsensus penting dengan Sekretaris Jenderal Kim Jong Un. Kami sepakat bahwa kedua negara perlu memahami arus besar zaman, mengikuti aspirasi bersama rakyat kedua negara, memperkuat interaksi tingkat tinggi, memperluas kerja sama praktis, meningkatkan hubungan antarmasyarakat, mendorong perkembangan hubungan China-Korea Utara pada tingkat yang tinggi," ungkap Xi Jinping.

Xi Jinping juga menyampaikan sebagai tetangga, sahabat dan kamerad yang baik, China dengan tulus berharap agar, di bawah kepemimpinan kuat Komite Sentral Partai Buruh Korea yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kim Jong Un, rakyat Korea Utara berhasil menyelesaikan tujuan dan tugas yang ditetapkan dalam Kongres ke-9 Partai Buruh Korea serta mendorong perjuangan sosialisme Korea Utara terus membuka situasi baru.

Sementara Kim Jong Un menyatakan bahwa pada hari ini, Pyongyang dipenuhi suasana persahabatan di mana-mana.

"Kami menyambut dengan hangat tamu paling terhormat bagi partai, pemerintah, dan rakyat Korea Utara. Kunjungan pertama Sekretaris Jenderal Xi Jinping ke luar negeri tahun ini yang langsung menuju Korea Utara menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan hubungan kedua partai dan kedua negara serta dukungan paling berharga bagi perjuangan sosialisme Korea Utara," kata Kim Jong Un.

Kim Jong Un menyatakan bahwa ia dan Xi Jinping mencapai konsensus penting mengenai upaya lebih lanjut untuk memajukan hubungan Korea Utara-China yang memiliki muatan zaman baru dengan mempertimbangkan perubahan situasi yang baru, serta bertukar pandangan secara luas mengenai isu-isu internasional dan kawasan yang menjadi perhatian bersama.

"Rakyat Korea Utara dengan tulus merasa gembira atas pencapaian besar yang diraih oleh rakyat China yang bersaudara, dan percaya bahwa di bawah kepemimpinan Partai Komunis China dengan Kamerad Sekretaris Jenderal Xi Jinping, rakyat China pasti akan menciptakan pencapaian yang lebih besar dalam perjalanan baru membangun negara sosialis modern yang kuat dan mencapai kebangkitan besar bangsa China," tambah Kim Jong Un.

Sebelumnya media Jepang memberitakan Xi Jinping diperkirakan akan membahas akses Beijing ke Sungai Tumen, yang bermuara ke Laut Jepang, dalam kunjungan dua harinya ke Korea Utara.

Sungai tersebut membentuk sebagian wilayah perbatasan antara China, Korea Utara, dan Rusia. Namun, Beijing tidak memiliki akses maritim langsung ke Laut Jepang.

Sebelumnya pada Mei lalu, Xi membahas isu tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat keduanya bertemu di Beijing.

Dalam pernyataan bersama mereka, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan konsultasi trilateral dengan Korea Utara mengenai akses ke Sungai Tumen sesuai dengan perjanjian tahun 1991 antara China dan Uni Soviet.

Namun hingga kini, hanya sedikit kemajuan yang dicapai dalam pengembangan jalur pelayaran bagi kapal-kapal China di sepanjang sungai tersebut, yang muaranya membentuk perbatasan antara Korea Utara dan Rusia.

Hubungan China dan Korea Utara baru-baru ini membaik setelah sempat memburuk akibat eratnya kerja sama militer Korea Utara dengan Rusia, yang ditandai dengan pengiriman pasukan Korea Utara untuk membantu Moskow dalam perang melawan Ukraina.

China adalah sekutu terdekat dan paling berpengaruh bagi Korea Utara dalam hal ekonomi. Kedua negara Asia itu pernah bertempur bersama dalam Perang Korea 1950-1953 melawan pasukan PBB yang dipimpin AS. China dan Korea Utara juga telah lama menggambarkan hubungan mereka sebagai "saudara seperjuangan".

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |