Tokyo (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Selasa, menegaskan komitmen untuk meneruskan tradisi persahabatan kedua negara dari generasi ke generasi, demikian menurut media pemerintah China.
Sementara itu, laporan Korea Utara mengenai pertemuan puncak sehari sebelumnya tidak menyinggung program nuklir Pyongyang.
Sebelum mengakhiri kunjungan dua harinya di Korea Utara, kunjungan pertama sejak 2019, Xi memberikan penghormatan di Menara Persahabatan China-Korea Utara yang dibangun untuk mengenang tentara China yang bertempur dalam Perang Korea 1950–1953. Xi didampingi Kim dalam kegiatan tersebut, menurut Kantor Berita Xinhua.
Kedua pemimpin juga mengunjungi Sekolah Pelatihan Kader Pusat milik Partai Buruh Korea yang berkuasa dan bersama-sama menanam pohon cemara.
China dan Korea Utara, yang pernah berjuang bersama melawan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin Amerika Serikat dalam Perang Korea, telah lama menggambarkan hubungan mereka sebagai hubungan “saudara sedarah”.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri China mengenai pertemuan Xi dan Kim yang dirilis pada Senin juga tidak menyebut program nuklir Korea Utara.
Dalam beberapa waktu terakhir, Beijing tidak lagi secara terbuka mengkritik program nuklir Pyongyang. Kendati, Gedung Putih menyatakan bahwa Xi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali tujuan bersama mereka untuk mewujudkan denuklirisasi Korea Utara dalam pertemuan yang berlangsung di Beijing pertengahan Mei lalu.
Kantor Berita Resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa Xi dan Kim, Senin (8/6) sepakat untuk semakin memperkuat komunikasi strategis serta memperluas pertukaran dalam rangka peringatan 65 tahun perjanjian bantuan timbal balik kedua negara guna “membuka babak baru” hubungan bilateral.
Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara yang ditandatangani pada 1961 memuat ketentuan mengenai pemberian dukungan militer dan bantuan lainnya secara segera apabila salah satu negara mendapat serangan bersenjata.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers, Selasa mengatakan Beijing siap meningkatkan pertukaran dengan Pyongyang dalam bidang diplomasi, penegakan hukum, militer, dan bidang lainnya.
Profesor ilmu politik dari Universitas Nasional Gyeongsang di Korea Selatan, Park Jong Chol, mengatakan dirinya meyakini sikap China yang menginginkan denuklirisasi Korea Utara tidak berubah dan kedua pemimpin kemungkinan telah mencapai kesepakatan baru terkait isu nuklir.
Menurut Park, Xi dan Kim mungkin telah menyepakati bahwa China tidak akan menentang senjata nuklir Korea Utara yang sudah diproduksi, sementara Pyongyang akan menghentikan produksi lebih lanjut arsenal nuklirnya. Namun, ia menekankan bahwa perkembangan tersebut masih perlu terus dipantau.
Park juga menyatakan bahwa usulan Xi mengenai peningkatan “pertukaran di bidang militer” merupakan hal yang cukup mengejutkan.
Seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya pertukaran militer antara China dan Korea Utara disebut secara terbuka sejak Kim Jong Un secara efektif mewarisi kekuasaan setelah ayahnya, Kim Jong Il, wafat pada Desember 2011.
Menurut KCNA, Menteri Pertahanan China Dong Jun termasuk di antara pejabat senior yang mendampingi Xi selama kunjungan ke Korea Utara.
Hubungan Beijing dan Pyongyang belakangan ini menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya tampak merenggang akibat semakin eratnya kerja sama militer Korea Utara dengan Rusia, termasuk pengiriman pasukan Korea Utara untuk membantu Moskow dalam perang di Ukraina.
Selama berada di Pyongyang, Xi menghadiri jamuan penyambutan dan menyaksikan pertunjukan seni bersama Kim Jong Un.
Sumber: Kyodo-OANA
Baca juga: Xi Jinping: China, Korut berbagi sungai, gunung dan nasib yang sama
Baca juga: Xi Jinping disambut meriah di Pyongyang
Baca juga: Xi Jinping dan Kim Jong Un mulai pertemuan tingkat tinggi di Pyongyang
Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)











