Zelenskyy Desak Uni Eropa Mulai Proses Penerimaan Ukraina

7 hours ago 5

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak para pemimpin Uni Eropa segera memulai proses penerimaan negaranya sebagai anggota penuh. Menurut dia, skema keanggotaan asosiasi tidak memberikan posisi setara bagi Ukraina.

Dalam surat kepada para pemimpin Uni Eropa pada Jumat, 22 Mei 2026, Zelenskyy menyebut status anggota asosiasi akan membuat Ukraina tidak memiliki suara karena tidak memiliki hak voting dalam pengambilan keputusan. “Status keanggotaan asosiasi akan membuat Ukraina tidak memiliki suara.,” kata Zelenskyy seperti dikutip Al Jazeera.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dorongan baru itu muncul setelah mantan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban kalah dalam pemilu parlemen bulan lalu. Selama berkuasa, Orban yang dikenal dekat dengan Rusia berulang kali menggunakan hak veto untuk menghambat proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa dan menunda bantuan bagi Kyiv. Di tengah upaya diplomatik tersebut, perang antara Ukraina dan Rusia terus memanas.

Rusia menuduh Ukraina menyerang asrama mahasiswa di Starobilsk, wilayah yang dikuasai Rusia. Kementerian Situasi Darurat Rusia menyatakan serangan itu menyebabkan 48 korban, termasuk 12 orang tewas. “Sebanyak 48 korban tercatat, 12 di antaranya meninggal dunia. Berdasarkan laporan awal, sembilan orang masih terjebak di bawah reruntuhan,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan respons militer atas serangan itu. Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan pihak yang bertanggung jawab akan menerima hukuman berat yang tak terelakkan.

Namun Kyiv membantah menyerang asrama tersebut. Ukraina mengklaim target serangan mereka adalah unit komando drone elite Rusia di kawasan itu dan operasi dilakukan sesuai hukum humaniter internasional.

Pada Sabtu 23 Mei 2026, Zelenskyy mengatakan militer Ukraina menyerang pabrik kimia besar Metafrax Chemical di wilayah Perm, sekitar 1.700 kilometer dari perbatasan Ukraina. “Produk perusahaan itu memasok puluhan fasilitas produksi militer Rusia lainnya, termasuk peralatan pesawat, drone, mesin rudal, dan bahan peledak. Proses produksi di perusahaan tersebut kini telah dihentikan,” kata Zelenskyy melalui Telegram.

Selain itu, Ukraina juga mengklaim menyerang kilang minyak di Yaroslavl dan terminal minyak di pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam. Sedikitnya dua orang dilaporkan terluka akibat puing drone yang memicu kebakaran. Dalam pernyataan di X, Zelenskyy mengatakan Ukraina telah merebut kembali hampir 600 kilometer persegi wilayah sejak awal tahun ini. “Posisi Ukraina sekarang lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejak awal tahun, 590 kilometer persegi wilayah kami telah dibebaskan dan kembali berada di bawah kendali Ukraina,” ujar Zelenskyy.

Sebelumnya, pada 21 Mei 2026 seperti diberitakan Euroactiv, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengusulkan percepatan integrasi Ukraine ke European Union lewat status baru sebagai associate member atau anggota asosiasi.

Intinya, Ukraina belum langsung menjadi anggota penuh UE, tetapi diberi satu kaki di dalam pintu dengan hak ikut hadir dan berpartisipasi dalam pertemuan para pemimpin dan menteri UE — meski belum punya hak suara dalam pengambilan keputusan.

Merz mengatakan proses integrasi Ukraina tidak boleh terus tertunda karena situasi perang. Dalam suratnya kepada Presiden Dewan Eropa António Costa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Cyprus Nikos Christodoulides, ia menegaskan perlunya solusi inovatif untuk mempercepat langkah Ukraina menuju UE. Merz juga menekankan bahwa status ini bukan sekadar keanggotaan kelas dua melainkan tahap konkret menuju keanggotaan penuh.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |