14 Penumpang MV Hondius Jalani Karantina di Madrid

1 week ago 11

PENUMPANG kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus mulai dievakuasi dari Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Ahad, 10 Mei 2026. Pesawat pertama membawa warga negara Spanyol telah diberangkatkan ke pangkalan udara Torrejon de Ardoz dekat Madrid sebelum menjalani prosedur isolasi di Rumah Sakit Pertahanan Pusat Gomez Ulla.

Kapal berbendera Belanda itu sebelumnya berlabuh di dekat Pelabuhan Granadilla, Tenerife, setelah pelayaran dari Tanjung Verde. Otoritas kesehatan Spanyol menyatakan warga Spanyol menjadi kelompok pertama yang diturunkan dari kapal dan akan menjalani karantina setibanya di Madrid. Hanya warga Spanyol yang akan menjalani karantina di negara tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut kanal berita Xinhua, Operator kapal pesiar Oceanwide Expeditions mencatat terdapat 13 penumpang dan satu awak kapal asal Spanyol di penerbangan pertama itu.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan operasi evakuasi dilakukan mengikuti langkah pengamanan yang diperlukan. Ia juga memastikan para penumpang lain yang masih berada di kapal tidak menunjukkan gejala penyakit.

Penerbangan repatriasi terakhir dijadwalkan berangkat pada Senin dan akan membawa warga negara Australia. Belanda juga diperkirakan mengirim penerbangan khusus pada Senin sore untuk menjemput penumpang yang belum dipulangkan oleh negara masing-masing.

Kementerian Kesehatan Spanyol, World Health Organization, dan pihak operator kapal menyebut tidak ada satu pun dari lebih 140 orang di kapal yang saat ini menunjukkan gejala hantavirus. Proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat. Penumpang yang turun dari kapal maupun petugas pelabuhan terlihat mengenakan alat pelindung diri, termasuk masker, pakaian hazmat, dan respirator.

Pakar kesehatan global dari Barcelona Institute of Global Health, Quique Bassat Orellana, mengatakan tantangan utama saat ini adalah menenangkan masyarakat dan pemerintah terkait situasi tersebut. “Tantangan utamanya adalah meyakinkan masyarakat dan para politikus bahwa ini memang situasi luar biasa, tetapi prosedur penanganannya tetap rutin untuk menjamin kesehatan orang-orang yang telah melakukan kontak dengan penyakit tersebut,” kata Orellana kepada Al Jazeera.

“Tidak ada yang luar biasa selain besarnya operasi ini karena melibatkan banyak orang dari berbagai negara di seluruh dunia,” kata Orellana.

Kapal itu berlayar menuju Tenerife sejak Rabu lalu setelah WHO dan Uni Eropa meminta Spanyol menangani evakuasi penumpang menyusul ditemukannya wabah hantavirus di kapal tersebut.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, pada Jumat 8 Mei 2026 menyebut sedikitnya delapan penumpang kapal itu jatuh sakit, termasuk tiga orang yang meninggal dunia, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Dari delapan penumpang itu, enam kasus telah dipastikan positif hantavirus, sementara dua lainnya masih diduga terinfeksi.

Lembaga kesehatan masyarakat Eropa menyatakan seluruh penumpang kapal pesiar mewah itu dikategorikan sebagai kontak berisiko tinggi sebagai langkah pencegahan.

Meski demikian, laporan Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut kapal telah lolos pemeriksaan kesehatan sebelum berlabuh di Tenerife. “Berdasarkan informasi para ahli yang naik ke kapal, kondisi kebersihan dan lingkungan di kapal dinilai memadai dan tidak ditemukan tikus, sehingga penularan melalui kontak dengan hewan pengerat di atas kapal kecil kemungkinannya,” demikian isi laporan tersebut.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan setelah warga Spanyol dievakuasi, giliran penumpang asal Belanda yang akan dipulangkan bersama warga Jerman, Belgia, dan Yunani.

Ia menambahkan penumpang dari Turki, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat akan dievakuasi pada tahap berikutnya. “Penerbangan terakhir untuk operasi ini berasal dari Australia. Ini merupakan penerbangan paling rumit dan dijadwalkan tiba besok sore,” ujar Garcia. Menurut dia, penerbangan itu akan mengevakuasi enam orang dari Australia, Selandia Baru, dan sejumlah negara Asia lainnya. Sebanyak 30 awak kapal akan tetap berada di atas MV Hondius dan berlayar menuju Belanda untuk proses disinfeksi kapal.

Bukan COVID baru

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus turut tiba di Tenerife bersama sejumlah menteri Spanyol untuk memantau proses kedatangan kapal. Dalam surat terbuka kepada warga Tenerife, Tedros berusaha menenangkan masyarakat. “Saya ingin Anda mendengar ini dengan jelas. Ini bukan COVID baru,” kata Tedros.

Direktur kesiapsiagaan epidemi dan pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menyebut seluruh penumpang memang dikategorikan sebagai kontak berisiko tinggi, namun risiko bagi masyarakat umum dan warga Kepulauan Canary tetap rendah.

Di Granadilla de Abona, aktivitas warga tetap berlangsung normal pada Ahad pagi. Sejumlah warga terlihat berenang, berbelanja di pasar, hingga duduk di kafe. “Ada kekhawatiran mungkin ada bahaya, tetapi sejujurnya saya tidak melihat banyak orang terlalu cemas,” kata pedagang lotere setempat, David Parada, kepada AFP.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |