Apa itu drone thermal? Teknologi untuk deteksi api karhutla

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Di tengah kondisi tersebut, teknologi turut digunakan untuk membantu petugas menemukan sumber api yang sulit terlihat dari permukaan.

Salah satunya adalah drone thermal. BNPB menggunakan drone yang dilengkapi kamera thermal untuk mencari sumber api di wilayah Kalimantan Selatan, termasuk titik panas yang berada di bawah permukaan dan tidak terlihat secara kasatmata. Penggunaan teknologi ini menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla yang saat ini dilakukan di lapangan.

Lantas, apa sebenarnya drone thermal dan mengapa teknologi ini dapat membantu petugas dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan?

Baca juga: PVMBG terbangkan thermal drone pantau kawah puncak marapi

Apa itu drone thermal?

Drone thermal merupakan pesawat tanpa awak yang dilengkapi kamera termal atau thermal camera. Berbeda dengan kamera biasa yang menangkap gambar berdasarkan cahaya tampak, kamera thermal mendeteksi radiasi panas dari suatu objek.

Sederhananya, kamera tersebut dapat membantu menunjukkan bagian mana dari suatu wilayah yang memiliki suhu lebih tinggi. Hasilnya kemudian ditampilkan dalam bentuk citra dengan perbedaan warna atau tingkat intensitas tertentu sehingga area yang memiliki panas lebih tinggi dapat lebih mudah dikenali.

Teknologi ini membuat drone thermal dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, terutama ketika objek yang dicari sulit terlihat secara langsung.

Bagaimana cara kerja drone thermal?

Drone diterbangkan untuk mengambil gambar dari udara menggunakan kamera thermal. Sensor pada kamera menangkap perbedaan radiasi panas yang berasal dari permukaan atau objek di bawahnya.

Dalam penanganan karhutla, petugas dapat menggunakan hasil pemantauan tersebut untuk mencari area yang memiliki anomali suhu. Informasi itu kemudian dapat menjadi petunjuk untuk menentukan lokasi yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh tim di lapangan.

Keunggulannya, pemantauan dapat dilakukan dari udara tanpa harus langsung mengirim banyak petugas ke seluruh area yang luas.

Hal ini cukup penting dalam kebakaran lahan gambut. Api terkadang tidak hanya terlihat sebagai kobaran di permukaan, tetapi dapat menyisakan bara di bawah permukaan. Kondisi seperti ini membuat proses pencarian sumber api menjadi lebih sulit.

Baca juga: Basarnas maksimalkan drone thermal cari korban banjir di Sumbar

Fungsi drone thermal

Penggunaan drone thermal tidak terbatas pada karhutla. Teknologi kamera termal pada drone dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, antara lain:

1. Mendeteksi titik panas

Salah satu fungsi utamanya adalah membantu menemukan area yang memiliki suhu tidak biasa. Dalam kasus kebakaran hutan, titik panas tersebut dapat menjadi indikasi adanya api atau bara yang perlu diperiksa.

2. Membantu pencarian sumber api

Drone dapat menjangkau area yang sulit didatangi petugas, termasuk wilayah dengan medan yang berat. Dari udara, petugas dapat memperoleh gambaran lokasi yang perlu menjadi prioritas pemeriksaan.

3. Memantau kondisi setelah kebakaran

Kebakaran yang terlihat sudah padam belum tentu sepenuhnya selesai. Bara dapat tersisa di sejumlah bagian. Kamera thermal dapat membantu petugas melakukan pemantauan ulang untuk mencari area yang masih memiliki panas.

4. Mendukung pemetaan wilayah

Data yang dikumpulkan drone dapat membantu petugas mendapatkan gambaran kondisi suatu kawasan. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Baca juga: TNI kerahkan drone untuk cegah karhutla di Lampung

Mengapa drone thermal berguna untuk karhutla?

Karhutla sering terjadi di kawasan yang luas, sementara tidak semua bagian wilayah mudah dijangkau manusia. Penggunaan drone memungkinkan pemantauan dilakukan dari udara sehingga petugas dapat memperoleh informasi awal tanpa harus menyisir seluruh kawasan secara langsung.

Teknologi thermal juga memberikan keunggulan ketika sumber panas tidak mudah terlihat oleh mata. Dalam kasus yang sedang ditangani BNPB di Kalimantan Selatan, drone thermal digunakan untuk mencari sumber api yang berada di bawah permukaan dan tidak terlihat.

Dengan informasi tersebut, petugas dapat menentukan lokasi yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

Meski memiliki kemampuan mendeteksi panas, drone thermal bukan berarti dapat menggantikan seluruh pekerjaan petugas. Hasil pemantauan tetap perlu dianalisis dan diverifikasi sebelum dijadikan dasar tindakan di lapangan.

Drone lebih tepat dipandang sebagai alat pendukung untuk mempercepat proses pemantauan dan membantu petugas memperoleh informasi mengenai kondisi suatu wilayah.

Penggunaan teknologi tersebut juga sejalan dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam penanganan karhutla. Selain drone, pemerintah memanfaatkan data titik panas, pemantauan cuaca, operasi modifikasi cuaca, hingga patroli darat untuk mengantisipasi kebakaran meluas. BMKG, misalnya, turut mendukung penanganan karhutla melalui analisis cuaca dan pemantauan dinamika atmosfer.

Pada akhirnya, drone thermal menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat membantu manusia menghadapi persoalan lingkungan. Kemampuannya melihat perbedaan suhu dari udara membuat pencarian sumber panas menjadi lebih mudah, terutama di wilayah luas atau lokasi yang sulit dijangkau.

Dalam penanganan karhutla di Kalimantan, teknologi tersebut dapat menjadi bagian penting dari sistem deteksi dini. Semakin cepat sumber panas ditemukan, semakin cepat pula petugas dapat menentukan langkah penanganan untuk mencegah api berkembang dan meluas.

Baca juga: KLH kerahkan drone thermal bantu deteksi titik api di TPA Jatiwaringin

Baca juga: BKSDA Sumbar gunakan drone thermal cari korban banjir bandang di Agam

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |