Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Hainan mengumumkan bahwa mereka akan menjadi provinsi pertama di China yang melarang penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) pada 2030.
Keputusan mengenai pelarangan penjualan kendaraan ICE di Hainan pada 2030 tertuang dalam dokumen "Rencana Lima Tahun ke-15 untuk Zona Percontohan Peradaban Ekologis Nasional Hainan" menurut siaran CarNewsChina pada Senin (13/7).
Penerapan kebijakan itu menempatkan Hainan sebagai model pelopor transisi sektor transportasi tingkat nasional di China.
Dengan luas wilayah 35.400 kilometer persegi dan jalan tol G98 sepanjang 612,8 km yang mengelilingi pulau, Provinsi Hainan dinilai sangat kompatibel dengan jarak tempuh kendaraan listrik modern serta pengembangan jaringan infrastruktur yang efisien.
Selain itu, Provinsi Hainan telah mencatat kemajuan signifikan dalam menjalankan inisiatif "Pulau Energi Bersih."
Hingga pertengahan 2026, energi terbarukan telah menjadi sumber utama pasokan listrik di pulau itu.
Hainan saat ini juga menempati peringkat pertama di China dalam penetrasi pasar kendaraan listrik dan peringkat kedua dalam jumlah kepemilikan kendaraan listrik di antara seluruh wilayah administratif setingkat provinsi.
Baca juga: Provinsi Hainan China nantikan pembukaan jalan raya wisata
Pemerintah Provinsi Hainan telah menetapkan sejumlah target kuantitatif untuk memastikan proses transisi dalam penggunaan kendaraan berjalan lancar.
Dalam kepemilikan kendaraan elektrik, pemerintah provinsi menargetkan porsi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) mencapai 23,75 persen dari total populasi kendaraan pada 2025 dan meningkat menjadi lebih dari 45 persen pada 2030.
Di sektor publik dan swasta, pemerintah provinsi menargetkan pada 2030 seluruh kendaraan operasional publik dan layanan masyarakat serta seluruh kendaraan pribadi baru maupun kendaraan pribadi pengganti wajib menggunakan energi bersih, kecuali kendaraan utilitas untuk keperluan khusus.
Kendaraan operasional publik dan layanan masyarakat yang dimaksud mencakup armada kendaraan pemerintah, kendaraan kebersihan, dan angkutan penumpang.
Guna mendukung peningkatan penggunaan kendaraan elektrik, pemerintah provinsi memperluas jaringan pengisian daya dengan target mempertahankan rasio kendaraan dan sarana pengisian daya kurang dari 2,5:1.
Baca juga: Honda pangkas produksi ICE di China, alihkan fokus ke EV
Transisi menuju penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Hainan bukan tanpa tantangan.
Laporan dari media pemerintah People Daily pada 2022 menyoroti kekhawatiran terkait integrasi infrastruktur pengisian daya dan pengisian hidrogen dengan perencanaan perkotaan dan tekanan terhadap pasokan energi.
Sebagai pulau yang berada di ujung jaringan Southern Power Grid, Hainan secara historis menghadapi tantangan karena ketergantungan pada pasokan energi dan biaya listrik yang tinggi.
Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah provinsi menerapkan strategi "membangun fondasi" yang mencakup peningkatan kemandirian energi dari 24 persen pada 2025 menjadi 54 persen pada 2030 melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir dan pemanfaatan sumber energi terbarukan.
Pemerintah provinsi juga berencana menerapkan kebijakan manajemen lalu lintas yang berbeda guna mendorong adopsi kendaraan energi baru dan mempercepat peniadaan bertahap kendaraan konvensional.
Hainan termasuk provinsi yang relatif kecil di China. Selain Hainan Mazda, tidak banyak industri otomotif yang beroperasi di wilayah itu.
Baca juga: Mobil listrik Ferrari Luce laris di China
Baca juga: Ekspor kendaraan bulanan China lampaui 1 juta unit
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026







































