Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat telah mengizinkan kapal tanker Rusia yang membawa minyak mentah menuju ke Kuba.
Keputusan ini diambil setelah Kuba berbulan-bulan menghadapi blokade minyak yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data pelacakan kapal Marine Traffic, kapal tanker yang membawa sekitar 730.000 barel minyak milik pemerintah Rusia itu berada beberapa mil dari perairan Kuba pada Minggu (29/3) malam waktu setempat. Kapal tersebut berlayar dengan kecepatan 12 knot, dan diperkirakan tiba di Matanzas, Kuba, pada Senin malam.
Dilansir The New York Times, kedatangan kapal Rusia ini diperkirakan akan mengubah arah krisis yang semakin memburuk di Kuba. Para analis menilai pasokan itu dapat memberi tambahan waktu setidaknya beberapa pekan sebelum cadangan bahan bakar negara itu habis.
Langkah ini dapat mengurangi tekanan terhadap pemerintah Kuba yang menghadapi ancaman krisis ekonomi dan tekanan dari Washington. Situasi itu juga menunjukkan Kuba masih dapat mengandalkan Rusia sebagai sekutu lamanya.
Kuba hampir kehabisan energi dan kini hanya mengandalkan tenaga surya, produksi minyak domestik, serta pengiriman bahan bakar terbatas untuk menjaga listrik tetap menyala.
Namun, pasokan minyak Rusia diperkirakan dapat meredakan krisis tersebut untuk sementara.
Minyak itu dapat diolah menjadi berbagai produk seperti diesel, bensin, bahan bakar jet, dan fuel oil yang digunakan untuk pembangkit listrik Kuba.
Menurut analis energi Kuba dari University of Texas, Jorge Pinon, langkah ini diharapkan menstabilkan listrik, mengurangi pemadaman, serta mendukung transportasi dan produksi pertanian.
Sejak Januari, pemerintahan Trump menerapkan kebijakan yang menyerupai blokade minyak terhadap Kuba dengan mengancam negara-negara yang mengirim bahan bakar ke negara itu.
Blokade minyak AS telah menekan Kuba, memicu pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, kenaikan harga, dan memburuknya layanan kesehatan.
Kebijakan ini menuai kritik internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menilai bahwa AS telah memicu krisis kemanusiaan di Kuba.
Kedutaan Besar Rusia di Meksiko menyatakan Rusia menyampaikan solidaritas penuh kepada Kuba dan siap memberikan bantuan yang diperlukan.
Pejabat Kuba menyatakan negaranya siap mempertahankan diri. Sementara itu, mantan diplomat Kuba Carlos Alzugaray menilai blokade dilakukan untuk menekan pemerintah Kuba, namun pemerintah tetap yakin dapat bertahan.
(rnp/dna)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3











































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489024/original/092367300_1769777405-20260130IQ_Persita_vs_Persija-11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5488853/original/013769700_1769766680-20260130IQ_Persita_vs_Persija-4.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491263/original/038261600_1770089716-wehrmann_j.jpg)