Atlet Australia yang BAB di Celana saat Hyrox Beijing Minta Maaf dan Serahkan Gelar Juaranya

8 hours ago 4
Atlet Australia yang BAB di Celana saat Hyrox Beijing Minta Maaf dan Serahkan Gelar Juaranya Ilustrasi(AFP/INA FASSBENDER)

ATLET asal Australia, Joanna Wietrzyk, secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan mundur secara retroaktif dari kompetisi Hyrox di Beijing. Keputusan ini diambil setelah dirinya menuai kritik tajam karena tetap melanjutkan perlombaan meski mengalami insiden buang air di celana saat bertanding.

Insiden tersebut terjadi dalam kompetisi kebugaran dalam ruangan (indoor fitness) di Beijing pada Sabtu (12/9) lalu. Wietrzyk, yang awalnya keluar sebagai pemenang dalam balapan tersebut, kini memilih untuk melepaskan gelarnya. Melalui pernyataan yang dibagikan pada Kamis (18/9/2026), ia mengakui seharusnya mengambil keputusan berbeda saat kejadian berlangsung.

"Saya tahu tindakan saya berdampak lebih dari sekadar diri saya sendiri, dan saya dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang terdampak," ujar Wietrzyk dalam pernyataan resminya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf khusus kepada masyarakat Tiongkok, sesama kompetitor, penonton, dan penyelenggara Hyrox.

Penyesalan dan Tanggung Jawab Pribadi

Wietrzyk menjelaskan melalui unggahan di media sosial bahwa dirinya merasa "sehat dan bugar sepenuhnya" saat memulai balapan dan tidak memiliki alasan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan apa pun. Namun, situasi tak terduga terjadi di tengah lintasan.

"Melihat ke belakang, saya menyesali keputusan untuk tidak segera keluar dari lintasan. Saya menyadari bahwa saya seharusnya membuat pilihan yang berbeda. Saya bertanggung jawab atas keputusan saya untuk melanjutkan lomba dan sangat menyesal atas ketidaknyamanan serta gangguan yang ditimbulkan," tambahnya.

Respons Penyelenggara dan Evaluasi Protokol

Rekaman video yang menunjukkan Wietrzyk tetap berkompetisi setelah insiden tersebut memicu kekhawatiran publik mengenai standar higienitas acara. Co-founder Hyrox, Moritz Fürste, turut meminta maaf atas penanganan situasi tersebut di lapangan.

Pihak Hyrox menegaskan bahwa mereka sebenarnya memiliki "prosedur medis dan kontaminan biologis yang jelas". Namun, mereka mengakui adanya situasi tak terduga yang membuat protokol menjadi kabur, sehingga terjadi ambiguitas dalam penerapan dan pemahaman aturan oleh petugas di lapangan.

Melalui pernyataan di Instagram, Fürste berkomitmen untuk meningkatkan proses penyelenggaraan acara guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Catatan Keamanan: Hyrox menegaskan tidak akan menoleransi pelecehan atau ancaman terhadap atlet setelah identitas Wietrzyk tersebar luas. Pihak penyelenggara menyatakan akan melarang siapa pun yang mengirimkan ancaman kekerasan untuk mengikuti acara di masa mendatang.

Kritik Terhadap Pengawasan Pertandingan

Beberapa pihak mempertanyakan mengapa petugas yang memimpin kompetisi di Beijing tidak melakukan intervensi saat insiden terjadi. Hal ini menjadi sorotan karena Hyrox memiliki aturan ketat yang memberikan penalti untuk tindakan seperti meludah, membersihkan lubang hidung sembarangan, membuang sampah sembarangan, hingga penyalahgunaan air.

Hyrox sendiri merupakan kompetisi yang memadukan lari satu kilometer dengan berbagai latihan kebugaran seperti sled push, burpee jumps, indoor rowing, dan lunges. Sejak didirikan di Hamburg, Jerman pada 2017, olahraga ini telah berkembang pesat secara global dan baru memulai debutnya di daratan Tiongkok pada akhir 2024. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |