Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China menanggapi pernyataan Gedung Putih yang menyebutkan sejumlah kesepakatan sebagai hasil pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Selama kunjungan Presiden Trump ke China, kedua presiden melakukan diskusi mendalam tentang hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS, menunjukkan arah dan memberikan perlindungan untuk kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.
Hal itu dia sampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan soal pernyataan Gedung Putih yang menyebut China telah setuju untuk membeli produk pertanian AS senilai 17 miliar dolar AS setiap tahun hingga 2028, tidak termasuk kedelai.
"Dipandu oleh pemahaman bersama kedua presiden, China dan AS akan segera mengunci negosiasi dan bekerja sama untuk memastikan pelaksanaannya, memberikan lebih banyak kepastian dan stabilitas pada kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral dan ekonomi dunia," tambah Guo Jiakun.
Gedung Putih sebelumnya telah mengeluarkan "Lembar Fakta" yang menyebut bahwa Presiden Donald Trump mengamankan kesepakatan bersejarah dengan China, memberikan manfaat bagi pekerja, petani, dan industri Amerika.
Dalam dokumen tersebut disebut bahwa AS dan China akan membentuk dua lembaga baru untuk mengoptimalkan hubungan ekonomi bilateral yaitu Badan Perdagangan AS-China untuk k mengelola perdagangan bilateral di seluruh barang non-sensitif dan Badan Investasi AS-China sebagai forum antarpemerintah untuk membahas isu-isu terkait investasi.
Baca juga: Diplomat tertinggi China paparkan visi baru hubungan China-AS
China pun disebut akan menanggapi kekhawatiran AS terkait kekurangan pasokan terkait logam tanah jarang dan mineral penting lainnya, termasuk yttrium, scandium, neodymium, dan indium.
China juga akan menanggapi kekhawatiran AS soal pembatasan penjualan peralatan dan teknologi produksi dan pengolahan logam tanah jarang.
Kemudian China menyetujui pembelian awal 200 pesawat Boeing buatan AS untuk maskapai penerbangan China.
China juga akan membeli setidaknya 17 miliar per tahun produk pertanian AS pada periode 2026-2028, di samping komitmen pembelian kedelai yang dibuat pada Oktober 2025.
China akan memulihkan akses pasar untuk daging sapi AS dengan memperbarui daftar lebih dari 400 fasilitas daging sapi AS dan menambahkan daftar baru dan mencabut semua penangguhan terhadap fasilitas daging sapi AS.
China juga melanjutkan impor unggas dari negara bagian AS yang dinyatakan bebas dari flu burung.
Terkait isu internasional, Trump dan Xi disebut sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan sepakat bahwa tidak ada negara atau organisasi yang diizinkan untuk memungut biaya tol.
Presiden Trump dan Presiden Xi pun menegaskan tujuan bersama mereka untuk melucuti senjata nuklir Korea Utara.
"China menyatakan dengan jelas posisi konsistennya mengenai isu Iran, isu nuklir Semenanjung Korea, dan isu lainnya, serta meminta AS untuk menanggapi dengan serius kekhawatiran yang wajar dari pihak-pihak terkait dan tetap berpegang pada dialog dan negosiasi untuk penyelesaian masalah secara damai," tambah Guo Jiakun.
Tim ekonomi dan perdagangan kedua negara, ungkap Guo Jiakun, mengadakan pembicaraan dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, dan menghasilkan hasil yang dapat menstabilkan hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS serta mengatasi kekhawatiran masing-masing pihak dengan tepat.
"China siap bekerja sama dengan AS untuk sepenuhnya dan secara akurat mengimplementasikan pemahaman bersama yang dicapai antara kedua presiden, meningkatkan dialog, memperluas kerja sama, menangani perbedaan dan isu-isu sensitif dengan tepat, menambahkan dimensi baru pada visi membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan stabil secara strategis, serta mendorong perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan," ungkap Guo Jiakun.
Terkait kondisi di Semenanjung Korea, Guo Jiakung menegaskan sikap China tetap konsisten.
"China telah memainkan peran konstruktif dengan caranya sendiri dalam memajukan penyelesaian politik isu tersebut. Kami berkomitmen untuk mendorong pihak-pihak terkait untuk menghadapi akar penyebab dan inti masalah Semenanjung Korea dan melakukan upaya konstruktif untuk meredakan ketegangan," tambah Guo Jiakun.
Dalam soal isu kecerdasan buatan (AI), Guo Jiakun mengatakan baik China maupun AS perlu bekerja sama untuk mempromosikan pengembangan dan meningkatkan tata kelola AI untuk memastikan bahwa AI akan lebih berkontribusi pada kemajuan sosial dan kesejahteraan bersama masyarakat internasional.
"Selama kunjungan Presiden Trump ke China, kedua kepala negara melakukan pertukaran yang konstruktif tentang AI dan sepakat untuk meluncurkan dialog antar pemerintah tentang AI," kata Guo Jiakun.
Baca juga: Indonesia nilai pertemuan Xi-Trump bawa suasana positif dalam APEC
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536946/original/054706700_1774357534-Serrano.jpeg)