Beijing (ANTARA) - Senator Amerika Serikat asal partai Republik sekaligus anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Steve Daines, memimpin delegasi kongres bipartisan beranggotakan lima senator dalam kunjungan ke China, Kamis.
Kunjungan itu hanya berselang kurang dari dua pekan sebelum kedatangan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan berkunjung pada 14-15 Mei dan akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping.
"Kunjungan ini merupakan delegasi senator bipartisan Kongres Amerika Serikat pertama yang berkunjung ke China sejak Presiden Trump menjabat, sehingga memiliki makna simbolis yang penting," kata Menteri Luar Negeri Wang Yi saat bertemu dengan Daines.
Menurut keterangan tertulis dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA di Beijing, Kamis, delegasi tersebut terdiri dari Steve Daines (Republik, negara bagian Montana), Maria Cantwell (Demokrat, negara bagian Washington), Deb Fischer (Republik, negara bagian Nebraska), Mike Lee (Republik, negara bagian Utah) dan Jerry Moran (Republik, negara bagian Kansas).
Selain ke Beijing, delegasi tersebut juga akan mengunjungi berbagai perusahaan teknologi di Shanghai dan bertemu dengan para pejabat China.
"Kami berharap mereka dapat merasakan suasana baru pembangunan China melalui kunjungan ini, membangun jembatan komunikasi baru, membahas bidang-bidang kerja sama baru, serta menambahkan dorongan bagi perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan," tambah Wang Yi.
Wang Yi menyatakan bahwa hubungan China-AS berkaitan dengan kesejahteraan rakyat kedua negara dan memengaruhi stabilitas tatanan dunia.
"Kebijakan China terhadap AS konsisten. Kedua negara seharusnya menjadikan prinsip saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai sebagai prinsip serta kerja sama yang saling menguntungkan sebagai tujuan sehingga berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas dunia," ungkap Wang Yi.
Wang Yi juga menyebut selama lebih dari satu tahun terakhir, Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump telah beberapa kali melakukan pembicaraan telepon maupun bertemu langsung untuk meluruskan arah hubungan kedua negara.
"China bersedia bersama AS melaksanakan dengan baik konsensus penting yang dicapai kedua kepala negara agar hubungan China-AS benar-benar menjadi stabil dan membaik, memberi manfaat bagi kedua negara, serta membawa manfaat bagi dunia," jelas Wang Yi.
Menurut Wang Yi kunci agar China dan AS dapat berelasi dengan baik adalah menyelesaikan masalah perbedaan persepsi satu sama lain dan memasang dengan benar "kancing pertama" hubungan kedua negara.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan lima orang senator Amerika Serikat dari partai Republik dan partai Demokrat di Beijing, Kamis (7/5/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)"Sistem sosial dan jalan pembangunan China dan AS berbeda, tapi keduanya berakar dari akumulasi sejarah dan budaya masing-masing, serta merupakan pilihan rakyat masing-masing negara. Keduanya dapat tumbuh bersama tanpa saling merugikan," tegas Wang Yi.
Ia pun menilai sudah seharusnya China dan AS sama-sama mencari “harmoni dalam perbedaan”, menjadi mitra dan bukan lawan.
"China tidak akan menempuh bahwa negara yang kuat pasti akan mencari hegemoni, tapi akan terus berpegang pada pembangunan damai dan dengan teguh menempuh jalan sosialisme berciri khas China," ungkap Wang Yi.
China pun berharap AS memandang China secara objektif, membangun persepsi rasional terhadap China, sungguh-sungguh menghormati kepentingan inti China, mengelola perbedaan dengan baik, serta bergandengan tangan untuk melakukan lebih banyak hal besar dan bermanfaat bagi kedua negara dan dunia.
Sementara senator dari AS disebut berbagi kesan mereka selama berkunjung ke China serta pandangan mereka mengenai perkembangan hubungan AS-China.
Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional dan kawasan yang menjadi perhatian bersama.
Dalam laman resmi miliknya, Steve Daines mengatakan AS perlu memahami ekosistem inovasi China agar dapat bersaing secara efektif dengan China.
"Itulah sebabnya saya senang berada di sini bersama rekan-rekan saya. Dengan AS dan China menyumbang 40 persen dari total ekonomi dunia, menjalin interaksi dengan pihak China sangat penting untuk menjaga daya saing AS secara global," kata Daines.
Kunjungan tersebut adalah kunjungan ketujuh Daines ke China sejak terpilih menjadi anggota Kongres. Terakhir ia berkunjung pada 23 Maret 2025 dan bertemu dengan Perdana Menteri China Li Qiang di Beijing.
Saat berkunjung pada 2025, Daines datang bersama para pemimpin perusahaan besar AS dari berbagai sektor seperti CEO Qualcomm Cristiano Amon, CEO Pfizer Albert Bourla, CEO FedEx Raj Subramaniam, CEO Cargill Brian Sikes, dan Wakil Presiden Senior Boeing Global Brendan Nelson.
Sebelum terjun ke dunia politik, Daines berpengalaman memimpin perusahaan AS Procter and Gamble selama 13 tahun dalam posisi manajemen di Procter and Gamble, dengan enam tahun terakhir di antaranya berada di China untuk meluncurkan merek-merek Amerika agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan China.
Baca juga: Trump akan bahas Iran, perdagangan, energi dengan Xi Jinping
Baca juga: Kunjungi China, Trump akan bahas Taiwan dengan Xi
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)











