Bos Pupuk Indonesia Ungkap Stok 1,29 Juta Ton: Situasi Aman

2 hours ago 1

DIREKTUR Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan ketersediaan pasokan pupuk di tengah eskalasi Timur Tengah. “Kita semua bisa tidur nyenyak karena seluruh ekosistem pangan kita aman. Tadi disampaikan oleh Bulog, aman. Di sisi pupuk, kami juga bisa tekankan situasinya aman,” kata Rahmad dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7 April 2026.

Rahmad menyatakan PT Pupuk Indonesia memiliki sebanyak 1,29 juta ton stok pupuk hingga saat ini. Selain itu, ia memastikan seluruh fasilitas produksi beroperasi dengan baik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia kemudian menyinggung soal penutupan Selat Hormuz, Iran, yang menjadi jalur distribusi pupuk global, utamanya urea dan sulfur. Rahmad menjelaskan dalam satu bulan, ada sekitar 4 juta ton pupuk yang didistribusikan melalui Selat Hormuz. Jumlah itu terdiri dari 1,5 juta ton urea dan 1,5 juta ton sulfur dan sisanya jenis pupuk lain. 

Rahmad menyatakan, Indonesia patut berbangga karena berkat pengembangan industri sejak Orde Baru, Pupuk Indonesia berperan dalam ekosistem pangan dunia di tengah eskalasi Timur Tengah. Sementara  saat ini ada lima negara yang bergerak di sektor pertanian tengah terganggu yakni Brasil, India, Australia, Thailand, dan Amerika.

Di tengah krisis pangan yang menghampiri negara-negara tersebut, Rahmad kemudian menyatakan ekosistem pangan Indonesia dalam kondisi aman. Indikatornya adalah ketersediaan pupuk dan penerapan gabah atau beras. 

Ia memaparkan saat ini Pupuk Indonesia sedang membangun tujuh pabrik. Satu pabrik di antaranya sudah diresmikan, tiga pabrik dalam proses konstruksi, dan tiga lainnya sedang dalam persiapan konstruksi. 

Adapun revitalisasi pabrik berpengaruh terhadap keterjangkauan harga pupuk, terlebih saat ini pemerintah telah menurunkan harga acuan tertinggi (HET) sebesar 20 persen. Penurunan harga itu, kata Rahmad, membuat tingkat penebusan pupuk bersubsidi terus meningkat pada 2025 dan sepanjang tahun ini.  

Peningkatan pembelian pupuk itu, menurut dia, juga berpengaruh terhadap kinerja petani. Ia menyinggung soal penyerapan gabah melalui Bulog yang terus meningkat. “Ini membuktikan memang ada keterkaitan langsung antara pupuk dengan produksi pertanian." 

Lebih jauh, Rahmad bercerita dirinya kerap bertukar data dengan Direktur Utama Perum Bulog untuk mengukur efektivitas penebusan pupuk. Dari data itu diketahui sawah di suatu daerah bisa melakukan panen sekitar 70 hari setelah menebus pupuk.  

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |