Catatan Taktik John Herdman pada 2 Laga FIFA Series 2026: Mencoba Mengatasi Tipisnya Lini Tengah

22 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - John Herdman akhirnya merasakan debut bersama Timnas Indonesia. Setelah diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Tim Merah Putih pada Januari 2026, Herdman mendapatkan kesempatan memimpin tim asuhannya pada ajang FIFA Series 2026.

FIFA menunjuk Indonesia sebagai salah satu tuan rumah FIFA Series 2026. Ajang itu diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 27 hingga 30 Maret yang lalu.

Timnas Indonesia asuhan John Herdman mendpatkan kesempatan menjalani dua laga. Yakni menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis dan Timnas Bulgaria.

Timnas Indonesia mampu menang mudah dengan skor 4-0 atas Timnas Saint Kitts anda Nevis. Namun, Garuda harus menyerah 0-1 saat menghadapi Timnas Bulgaria di partai puncak FIFA Series 2026. 

Bola.com mencoba mengulas beberapa catatan taktik dari John Herdman dari kedua pertandingan tersebut. Simak ulasannya di bawah ini. 

Aleksandar Dimitrov kembali ke Jakarta bersama Bulgaria di FIFA Series 2026. Dalam Bola Break, ia mengenang Piala Asia 2007, memuji perkembangan Timnas Indonesia, serta membahas pemain muda dan target timnya di turnamen ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Saatnya Coba-coba

John Herdman mendapatkan kesempatan mencoba banyak hal di FIFA Series 2026. Hal itu penting dilakukan untuk benar-benar menemukan apa yang ia inginkan di tim asuhannya tersebut.

Misalnya saat menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis, John Herdman memasang formasi dasar 4-4-2. Beckham Putra di atas kertas memang dipasang sebagai gelandang kiri, tetapi ia diberi kebebasan bergerak sebagai free role. 

Formasi berbeda diterapkan John Herdman saat menghadapi Timnas Bulgaria yakni dengan menerapkan formasi dasar 5-3-2. Lebih banyak pemain bertipikal bertahan untuk menahan serangan yang dilakukan tim asal Eropa itu juga untuk mencoba menguasai lini tengah. 

Mengatasi Keterbatasan

Situasi lini tengah saat ini bisa dikatakan tidak ideal. Thom Haye yang selama ini menjadi andalan tidak bisa tampil di FIFA Series 2026 karena masih menjalani sanksi.

Marc Klok yang juga biasa diandalkan sedang tidak dalam kondisi prima. Pun demikian dengan Marselino Ferdinan yang masih terus berjuang untuk pulih dari cedera. John Herdman mencoba mengatasi tipisnya lini tengah di skuad asuhannya. 

Misalnya dengan memasang Jordi Amat di posisi gelandang bertahan. Peran yang juga cukup banyak dilakukan oleh Amat di Persija Jakarta. 

Sisi Lain Romeny

Satu catatan menarik lain yang tidak boleh dikesampingkan dari FIFA Series 2026 adalah bagaimana John Herdman memberikan peran baru kepada Ole Romeny. Pemain milik Oxford United itu tidak hanya memiliki pergerakan terbatas sebagai penyerang tengah.

Ole Romeny terlihat lebih aktif bergerak menuju sayap. Bahkan, turun ke tengah lapangan untuk membuka ruang dan menciptakan peluang untuk rekan-rekannya.

Laga melawan Timnas Saint Kitts and Nevis menjadi panggung yang menarik bagi Ole Romeny. Di mana ia mampu mencetak satu gol dan dua assist untuk Timnas Indonesia. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |