Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

2 hours ago 3
Dari Jawa Tengah,  MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat membuka MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (12/9/2026).(MI/HO)

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (12/9/2026). Ajang bergengsi ini tidak sekadar menjadi panggung kompetisi bagi para kafilah dari 37 provinsi, tetapi juga membawa misi besar untuk memancarkan pesan kedamaian, kebersamaan, dan keberagaman ke seluruh penjuru dunia.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa MTQ kali ini merupakan ruang inklusif yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, kehadiran para pimpinan daerah dengan latar belakang yang beragam membuktikan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an dapat menjadi jembatan persatuan bangsa.

"MTQ di Kota Semarang ini untuk memancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia dan dunia. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia," ujar Luthfi dalam sambutannya.

Simbol Persatuan dan Kehadiran Tokoh Nasional

Semangat kebersamaan terlihat nyata dengan hadirnya belasan kepala daerah dari berbagai pelosok negeri. Tercatat sebanyak 14 gubernur dan 7 wakil gubernur hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada kafilah masing-masing, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarprovinsi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, turut memberikan apresiasi atas kemeriahan acara ini. Ia menilai MTQ Nasional XXXI sebagai sarana strategis untuk membentuk sumber daya manusia yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti inovasi dalam penyelenggaraan tahun ini. Selain lokasi venue yang lebih terkonsentrasi, MTQ kali ini juga mulai mengadopsi teknologi terkini.

"Kecintaan masyarakat Jawa Tengah terhadap Al-Qur'an sangat besar. Pada MTQ kali ini, ada penambahan cabang perlombaan termasuk kaligrafi digital yang melibatkan kecerdasan buatan (AI)," ungkap Nasaruddin.

Dampak Ekonomi dan Detail Pelaksanaan

Selain aspek spiritual dan sosial, MTQ Nasional XXXI memberikan dampak signifikan pada sektor ekonomi. Ahmad Luthfi memproyeksikan perputaran ekonomi selama gelaran ini mencapai angka Rp1,2 triliun. Hal ini didorong oleh kehadiran ribuan peserta dan pameran UMKM dari seluruh provinsi yang berlangsung hingga 20 September 2026.

Berikut adalah data teknis pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah:

Kategori Data Keterangan
Jumlah Peserta 2.242 orang dari 37 Provinsi
Cabang Lomba 8 Cabang, 24 Golongan, 48 Kategori
Estimasi Perputaran Ekonomi Rp1,2 Triliun
Durasi Pameran UMKM Hingga 20 September 2026
Peserta Seminar Sekitar 5.000 orang

Kesan Peserta: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan kekagumannya terhadap keramahan masyarakat Jawa Tengah serta kulinernya yang lezat dan ekonomis. Ia berharap cahaya MTQ dapat membawa harmoni menuju Indonesia Emas yang berkeadilan.

Ahmad Luthfi menutup dengan pesan bahwa esensi utama dari kompetisi ini bukanlah sekadar mencari juara.

"MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apa pun. Saya meyakini seluruh peserta adalah juara karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur'an," pungkasnya. (RO/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |