DPR Ingatkan Efisiensi Energi Jangan Sampai Buat Sekolah Jarak Jauh

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi X DPR mengingatkan agar langkah efisiensi energi seperti Work From Home (WFH) untuk menekan BBM selama perang Iran dengan AS dan Israel tidak dilakukan di sektor pendidikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyebut efisiensi energi di tengah dinamika global memang penting dilakukan. Hanya saja, ia menilai bukanlah hal yang bijak jika dilakukan di bidang pendidikan.

Lalu menegaskan pembelajaran tatap muka sangatlah penting bagi para siswa agar kualitas pendidikan tetap terjaga dan terhindar dari resiko learning loss akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menilai bahwa pembelajaran tatap muka memang harus tetap menjadi prioritas utama," jelasnya kepada wartawan, Jumat (27/3).

Ia mengingatkan ketika PJJ dilakukan selama era pandemi Covid-19 kualitas akademik hingga pembentukan karakter peserta didik lewat pembelajaran daring sulit dioptimalkan.

Terlebih, Lalu menyebut saat ini sistem zonasi sekolah sudah berjalan dan mayoritas siswa tentu memiliki jarak tempuh yang relatif dekat ke sekolah. Sehingga dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, tidak signifikan.

"Oleh karena itu mempertahankan kegiatan belajar mengajar secara langsung adalah langkah yang proporsional," jelasnya.

Ia juga mendukung langkah Mendikdasmen Abdul Mu'ti yang memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung secara tatap muka penuh per April 2026.

Menurutnya pendekatan pemerintah yang fleksibel dimana pembelajaran jarak jauh hanya diterapkan secara terbatas dan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran sudah tepat.

"Kegiatan praktikum dan pembelajaran yang membutuhkan interaksi langsung, tentu tetap harus dilakukan secara tatap muka agar kualitas pembelajaran tetap terjaga," tuturnya.

Karenanya, ia meminta agar ke depannya jangan sampai ada lagi wacana efisiensi pada sektor pendidikan dalam hal apapun.

"Kebijakan efisiensi energi tetap penting dalam merespons dinamika global. Namun, keputusan untuk menjaga pembelajaran tatap muka adalah langkah yang bijak, karena memastikan bahwa hak belajar siswa dan kualitas pendidikan nasional tetap terlindungi," katanya.

Wacana WFH ini bersamaan dengan konflik antara AS-Israel dengan Iran yang berakibat pada ditutupnya Selatan Hormuz yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

Pemerintah pun mengkaji berbagai opsi dalam rangka melakukan penghematan penggunaan energi di tengah konflik tersebut.

Sejumlah negara telah melakukan langkah serupa terlebih dulu. Salah satunya Filipina yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan.

(tfq/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |