Gedung Putih Bersuara usai Drone Iran Dilaporkan Bakal Hantam AS

14 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung Putih membantah laporan media bahwa drone Iran kemungkinan akan menyambar wilayah Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan di media sosial X, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan tidak ada ancaman semacam itu terhadap wilayah AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AGAR JELAS: Tidak ada ancaman seperti itu dari Iran terhadap tanah air kita, dan tidak akan pernah ada," tegas Leavitt pada Kamis (12/3).

Leavitt merespons unggahan ABC News di X yang menyebut Biro Investigasi Federal (FBI) telah memperingatkan kepolisian di negara bagian California bahwa Iran berupaya membalas serangan AS dengan meluncurkan drone ke Pesisir Barat. Serangan drone itu disebut kemungkinan akan diluncurkan dari kapal di lepas pantai AS.

Namun demikian, informasi itu belum diverifikasi FBI. Upaya serangan itu juga dilaporkan pada awal Februari lalu.

"Kami baru-baru ini memperoleh informasi yang belum diverifikasi bahwa pada awal Februari 2026, Iran diduga berupaya melakukan serangan mendadak menggunakan Pesawat Tanpa Awak (UAV) dari kapal yang tidak dikenal di lepas pantai Amerika Serikat, khususnya terhadap target yang tidak ditentukan di California, jika AS melakukan serangan terhadap Iran," demikian isi peringatan yang diedarkan pada akhir Februari.

"Kami tidak memiliki informasi tambahan tentang waktu, metode, target, atau pelaku dari dugaan serangan ini," lanjut peringatan tersebut.

Leavitt mengatakan berita itu "palsu" dan meminta ABC News menariknya. Ia menuduh media AS tersebut sengaja mengedarkan informasi palsu untuk menakut-nakuti warga AS, dikutip dari Anadolu Agency.

"Berita dan unggahan ini harus segera ditarik kembali oleh ABC News karena memberikan informasi palsu untuk sengaja menakut-nakuti rakyat Amerika. Mereka menulis ini berdasarkan satu email yang dikirim ke penegak hukum setempat di California tentang satu informasi yang tidak terverifikasi," tulis Leavitt.

"Email tersebut bahkan menyatakan bahwa informasi tersebut didasarkan pada intelijen yang *tidak terverifikasi*. Namun ABC News menghilangkan fakta penting ini dalam berita mereka!" lanjut dia.

AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Serangan itu meletuskan perang di Iran dan kini meluas hingga ke negara-negara Arab.

Iran murka karena AS kembali menyerangnya saat sedang negosiasi nuklir seperti tahun lalu. Bahkan, serangan kali ini menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran sudah bersumpah akan terus melawan AS-Israel untuk membalas darah para syahidnya.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |