Jakarta, CNN Indonesia --
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 (Developing-8) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April di Jakarta, diputuskan untuk ditunda penyelenggaraannya.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Indonesia Tri Tharyat mengatakan Menteri Luar Negeri Sugiono sudah menandatangani surat penundaan KTT D-8.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi malam Bapak Menteri Luar Negeri menandatangani surat dari Pak Menlu kepada mitra-mitranya yang berisikan penundaan pelaksanaan KTT D-8 dan juga seluruh rangkaian kegiatannya," kata Tri saat konferensi pers di gedung Palapa Kemlu pada Jumat (13/3).
KTT D-8 mulanya dijadwalkan pada 15 April, Komisi Tingkat Menteri Luar Negeri (KTM) pada 14 April, dan Tingkat Komisioner pada 12-13 Maret.
Anggota negara-negara D-8 yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan.
Indonesia, lanjut Tri, juga sudah berkomunikasi dengan Sekjen D-8, komisioner, dan duta besar RI di negara-negara anggota organisasi tersebut.
"Jadi info ini sudah diterima oleh semua negara-negara dan mereka memahami karena ini memang jalan yang terbaik yang harus kita putuskan," ungkap Tri.
Namun, Tri tak mengungkapkan jadwal pengganti KTT D-8 di masa depan.
"Mengenai penetapan tanggal selanjutnya tentunya kita akan bicarakan sana lebih detail pada saatnya. Saat ini mungkin belum waktunya karena perkembangan yang masih terus berlangsung di wilayah Timur Tengah khususnya," imbuh dia.
Penundaan KTT ini berlangsung saat Timur Tengah bergejolak. Kawasan ini membara usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari.
Iran lalu meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset militer AS ke Timur Tengah. Hingga kini, pertempuran di antara pihak-pihak itu terus terjadi.
(rnp/isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
4









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)







