Harga BBM di Sri Lanka Naik 25% Imbas Perang, Bensin Rp21 Ribu Seliter

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Sri Lanka melonjak 25 persen pada Minggu (22/3), ini merupakan kenaikan kedua dalam dua pekan, imbas perang di Timur Tengah yang mendisrupsi pasokan minyak dunia.

Berdasarkan penjelasan AFP, harga bensin reguler naik menjadi 398 rupee (sekitar Rp21.611, kurs Rp54,43) per liter, dari sebelumnya 317 rupee (Rp17.252).

Sementara sementara solar, BBM yang umum digunakan transportasi umum, loncat jauh dari 79 rupee (Rp4.299) menjadi 382 rupee (Rp20.790).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pekan lalu pemerintah memerintahkan kenaikan harga bahan bakar ritel sebesar delapan persen dan memperkenalkan penjatahan untuk membatasi konsumsi.

"Kami berharap dapat mencapai pengurangan konsumsi bahan bakar sebesar 15 hingga 20 persen dengan kenaikan terbaru ini," kata seorang pejabat di Ceylon Petroleum Corporation.

Ia mengatakan Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengatakan kepada mereka pekan lalu bahwa negara tersebut harus bersiap menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang dapat memengaruhi pasokan energi pulau tersebut.

Presiden sudah memberlakukan empat hari kerja dalam sepekan mulai Rabu lalu dan meminta para pengusaha memperkenalkan kembali pengaturan kerja dari rumah jika memungkinkan.

Selat Hormuz, jalur air utama yang dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak global di masa damai, telah ditutup oleh Iran sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel. Perang itu kini memasuki minggu keempat.

Sri Lanka mengimpor seluruh minyaknya dan juga membeli batu bara untuk pembangkit listrik.

Sri Lanka membeli produk minyak olahan dari Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan, sementara minyak mentah untuk kilang minyaknya yang dibangun di Iran bersumber dari Timur Tengah.

Pemerintah telah memperingatkan bahwa pertempuran di Timur Tengah, dan perang yang berkepanjangan, dapat secara serius melemahkan upaya mereka untuk keluar dari krisis ekonomi tahun 2022.

Sri Lanka gagal membayar utang luar negerinya sebesar $46 miliar pada 2022 setelah negara tersebut kehabisan devisa. Sejak itu, Kolombo telah mendapatkan dana talangan IMF sebesar $2,9 miliar.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |