Indonesia siap dukung ekosistem AI yang terbuka dan bermanfaat

4 days ago 9

Shanghai (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi dalam ekosistem kecerdasan artifisial (AI) global yang terbuka dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Indonesia menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial global yang terbuka, inklusif, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam rangkaian acara pembukaan "World Artificial Intelligence Conference" (WAIC) 2026 di Shanghai, Jumat.

Menko Airlangga mengungkapkan, Indonesia mengapresiasi pemerintah China yang berinisiatif pembentukan "World Artificial Intelligence Cooperation Organization" (WAICO) serta kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk bergabung sebagai salah satu anggota pendiri (founding member states) organisasi tersebut.

Menurut Airlangga, keputusan untuk bergabung ke dalam WAICO merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia.

"Kami menyampaikan salam dari Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto serta terima kasih kepada pemerintah Tiongkok yang telah berinisiatif membentuk WAICO, dan mengajak Indonesia sebagai 'founding member states'. Indonesia siap bekerja sama dengan WAICO untuk pengembangan ekosistem AI dunia," tambah Airlangga.

Dalam acara pembukaan WAIC 2026, Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa perkembangan AI harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan mendorong kemajuan bersama-sama dengan seluruh negara.

"Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi 'a solo performance' oleh satu negara, melainkan 'a symphony of global collaboration'," kata Presiden Xi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, China akan mengembangkan platform AI berbasis open source yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara kolaboratif oleh berbagai negara. Selain itu, dalam lima tahun ke depan China juga akan menyelenggarakan program peningkatan kapasitas bagi berbagai negara guna memperluas akses terhadap teknologi dan memperkecil kesenjangan kapasitas digital.

Dalam acara yang sama, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembentukan WAICO dan mengharapkan organisasi tersebut menjadi wadah kerja sama internasional yang mampu mendorong pengembangan teknologi AI untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemanfaatan AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dunia.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transformasi digital dan penguasaan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing nasional, dan mewujudkan kemajuan bangsa.

"Teknologi kecerdasan buatan dapat dioptimalkan dalam bidang pertanian modern, pengelolaan energi terbarukan, serta inovasi layanan kesehatan digital. Pengembangan dan adopsi AI tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur digital yang kuat, khususnya Pusat Data (Data Center)," tambah Airlangga.

Airlangga juga mengatakan nilai ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai sekitar 130 miliar dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 300 miliar dolar AS, dengan AI diperkirakan akan semakin mempercepat pertumbuhannya.

Pada Kamis (16/7), dilakukan penandatanganan deklarasi pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO) oleh 29 negara.

Ke-29 negara tersebut yaitu China, Aljazair, Belarus, Brazil, Kamboja, Kamerun, Kongo, Kuba, Ethiopia, Indonesia, Kazakhstan, Kenya, Kirgistan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia.

"Sebagai negara yang bergabung sejak tahap awal pendirian, Indonesia memiliki kesempatan yang sangat strategis untuk ikut berkontribusi nyata merumuskan arah kebijakan dan struktur kelembagaan WAICO," kata Airlangga pada Kamis (16/7).

Dalam rangkaian kegiatan WAIC, Menko Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, dan Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir.

Baca juga: Indonesia perkuat peran dalam tata kelola AI global bersama WAICO

Baca juga: Indonesia resmi bergabung dalam organisasi global bidang AI

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |