Iran Respons Ultimatum Serangan Trump: Biarkan Dia Ngoceh

20 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menganggap Presiden Amerika Serikat Donald Trump banyak omong dan menantang ultimatum perang sang presiden.

Anggota Dewan Penentu Kebijakan (Expediency Discernment Council) Iran, Saeed Jalili, lantas menilai mendiamkan Trump bukanlah pendekatan yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berpendapat biarkan saja Trump berkata semaunya karena menurutnya, pernyataan presiden 79 tahun itu justru mengungkap karakter Amerika Serikat sebenarnya.

"'Diam saja' bukan respons yang tepat terhadap ocehan Trump; biarkan dia berbicara lebih banyak," tulis Jalili dalam unggahan di X.

"Tidak ada yang lebih efektif dalam memperlihatkan wajah asli Amerika Serikat selain luapan pernyataan Trump," tambahnya.

[Gambas:Video CNN]

[Gambas:Twitter]

Ejekan itu dilayangkan Jalili usai dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4), Trump mengancam akan "melenyapkan" Iran dalam satu malam.

Itu merupakan ultimatum terbaru Trump menyusul desakannya terhadap Iran untuk segera membuka Selat Hormuz dan upaya negosiasi gencatan.

Trump sebelumnya bahkan mengancam akan menjadikan Iran neraka jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam waktu yang ia tentukan.

Ia juga mengatakan militer AS bisa menghancurkan situs energi dan infrastruktur Iran lainnya dalam kurun waktu empat jam jika ultimatum habis.

Militer Iran menegaskan retorika "angkuh" Trump terkait perang di Timur Tengah tidak akan menghambat pasukan Iran.

Militer Iran menilai ancaman verbal Trump selama ini tak berdampak apa-apa terhadap angkatan bersenjatanya.

"Retorika kasar, arogan, dan ancaman tak berdasar dari presiden AS yang delusional... tidak berdampak pada kelanjutan operasi ofensif dan menghancurkan yang dilakukan para pejuang Islam terhadap musuh Amerika dan Zionis," ujar juru bicara markas komando pusat Iran Khatam Al Anbiya, seperti dikutip media penyiaran nasional.

Ejekan itu dilayangkan Iran usai dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4), Trump mengancam akan "melenyapkan" Iran dalam satu malam.

Ultimatum Trump ke Iran akan berakhir hari ini, Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu Iran.

Dalam konferensi pers pada Senin, Trump mengatakan bakal merontokkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik Iran.

"Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam besok [7 April], di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya hancur total, pada pukul 12 tengah malam," kata Trump, dikutip Al Jazeera.

"Dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi," imbuh dia.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |