IRAN secara resmi menolak proposal dari Amerika Serikat untuk gencatan senjata selama 48 jam, menurut Al Jazeera dan dikutip NDTV.
Amerika Serikat mengusulkan gencatan senjata 48 jam dengan Iran pada 2 April melalui negara ketiga, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Fars pada Jumat, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Pada 2 April, AS mengusulkan gencatan senjata 48 jam melalui salah satu negara sahabat,” kata sumber tersebut kepada Fars seperti dilansir Anadolu.
Usulan tersebut muncul setelah “meningkatnya ketegangan dan tantangan yang dihadapi pasukan AS di kawasan itu,” tambah sumber tersebut.
Menurut kantor berita tersebut, Iran tidak menanggapi secara tertulis tetapi malah membalas “di lapangan” dengan melanjutkan serangan berat.
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa “upaya diplomatik AS untuk menghentikan pertempuran telah meningkat, terutama setelah serangan yang dilaporkan terhadap depot militer AS di Pulau Bubiyan di Kuwait.”
Penolakan tersebut menyoroti pengerasan posisi Teheran yang berkelanjutan di tengah situasi regional saat ini.
Upaya diplomatik tersebut dilaporkan disampaikan pada Rabu melalui negara perantara. Al Jazeera mencatat bahwa negara spesifik yang bertindak sebagai perantara "belum disebutkan namanya" dalam laporan sumber asli, yang mengutip sumber mengenai komunikasi jalur belakang.
Kegagalan upaya diplomatik ini bertepatan dengan peningkatan tajam dalam permusuhan militer. Pasukan Amerika telah berhasil menyelamatkan seorang awak dari jet tempur AS yang jatuh di Iran, menurut laporan CNN, yang mengutip tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Orang yang diselamatkan dilaporkan masih hidup dan telah ditempatkan "dalam tahanan AS dan menerima perawatan medis," sebagaimana dikonfirmasi oleh dua sumber. Namun, sementara satu orang telah ditemukan, nasib awak kedua masih belum pasti.
CNN melaporkan bahwa "operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung" setelah jatuhnya pesawat di wilayah Iran. Detail teknis yang diberikan oleh sumber AS mengkonfirmasi bahwa pesawat yang jatuh itu adalah "jet tempur F-15E Strike Eagle."
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran, yang telah menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491263/original/038261600_1770089716-wehrmann_j.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





