IRGC Rekrut Remaja di Tengah Perang Lawan AS-Israel

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikabarkan merekrut remaja usia 12 tahun untuk peran keamanan di tengah perang melawan Amerika Serikat  dan Israel.

Menurut laporan Human Rights Watch (HRW), IRGC telah menurunkan batas usia pelamar menjadi 12 tahun untuk divisi "Prajurit Pembela Tanah Air Iran".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran tampaknya berusaha memobilisasi ribuan prajurit setelah AS-Israel melancarkan perang terhadap mereka dan membunuh banyak tokoh terkemuka Teheran.

Sebagai hasilnya, anak-anak kini didorong mendaftar menjadi tentara. Mereka dikerahkan untuk menjaga pos pemeriksaan, patroli operasional, patroli intelijen, dan konvoi kendaraan. Ada pula peran pendukung seperti memasak dan perawatan medis.

HRW menyebut poster perekrutan ini telah terlihat di sebuah kantor berita Iran, yang menunjukkan seorang anak laki-laki dan perempuan bersama dua orang dewasa, di mana salah satunya mengenakan seragam militer.

Menurut HRW, perekrutan ini melanggar hukum Iran, yang melarang perekrutan anak-anak di bawah 15 tahun ke dalam angkatan bersenjata.

Perekrutan remaja seperti ini juga disebut pelanggaran berat terhadap hak-hak anak dan dipandang sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

Rahim Nadali, seorang pejabat IRGC, mengatakan kepada Defa Press Iran bahwa pihaknya sedang mencari pelamar untuk mengisi peran-peran militer dan pendukung, yang menurut HRW akan membahayakan anak-anak mengingat AS-Israel menargetkan fasilitas militer maupun sipil.

Ia sendiri mengeklaim bahwa banyak remaja dan pemuda yang berulang kali datang melamar untuk membela negeri.

"[Terkait dengan] patroli intelijen dan operasional, para remaja dan pemuda berulang kali datang dan mengatakan ingin ikut serta," kata Nadali, seperti dikutip The New Arab.

"Untuk pos pemeriksaan Basij yang Anda lihat di berbagai kota sekarang, kami telah menerima banyak desakan dari anak muda dan remaja untuk hadir di sana. Mengingat usia mereka yang mengajukan tuntutan, kami telah menetapkan usia [minimum] 12 tahun, artinya sekarang ada anak-anak berusia 12 dan 13 tahun yang ingin hadir di tempat ini," tambahnya.

Nadali berujar calon pelamar dapat mendaftar untuk bertugas di masjid-masjid Teheran yang menjadi tempat perekrutan paramiliter Basij. Namun demikian, HRW mencatat lokasi-lokasi tersebut telah menjadi sasaran utama AS-Israel selama perang ini.

"Tidak boleh ada alasan apa pun untuk kampanye perekrutan militer yang menargetkan anak-anak, apalagi anak berusia 12 tahun," kata Direktur Hak Anak di HRW, Bill Van Esveld.

"(Jika dilakukan,) sepertinya pihak berwenang Iran bersedia mempertaruhkan nyawa anak-anak demi tenaga kerja tambahan," ucapnya.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |