Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Jepang berencana menurunkan status hubungan diplomatiknya dengan China dalam laporan tahunan resmi. Langkah ini mencerminkan memburuknya relasi kedua negara dalam setahun terakhir.
Dalam draf Diplomatic Bluebook 2026 yang ditinjau Reuters, Tokyo tidak lagi menyebut hubungan dengan Beijing sebagai "salah satu yang terpenting". Sebagai gantinya, China akan digambarkan sebagai "tetangga penting" dengan hubungan yang bersifat "strategis dan saling menguntungkan".
Melansir Reuters, Laporan tersebut dijadwalkan disahkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada bulan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan nada ini tidak lepas dari serangkaian ketegangan yang terjadi sepanjang tahun lalu. Jepang mencatat sejumlah insiden dengan China, mulai dari pembatasan ekspor logam tanah jarang, penguncian radar terhadap pesawat militer Jepang, hingga tekanan militer yang meningkat di sekitar Taiwan.
Hubungan kedua negara juga kian memburuk sejak November lalu. Saat itu, Takaichi memicu kemarahan Beijing setelah menyatakan Jepang dapat mengerahkan militernya jika langkah China terhadap Taiwan turut mengancam wilayah Jepang.
Sebagai respons, pemerintah China kembali memberlakukan pembatasan impor makanan laut dari Jepang, mendorong warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, serta memperketat kontrol ekspor mineral penting dan logam tanah jarang yang krusial bagi industri elektronik.
Takaichi menegaskan pernyataannya sejalan dengan undang-undang keamanan yang telah berlaku selama satu dekade. Namun, laporan badan intelijen Amerika Serikat pekan lalu menilai retorika tersebut menyimpang tajam dari pendekatan para pemimpin Jepang sebelumnya, penilaian yang dibantah pemerintah Tokyo.
Dalam pidatonya di parlemen bulan lalu, Takaichi juga memperingatkan soal "koersi" China serta meningkatnya ancaman ekonomi dan keamanan yang melibatkan mitra regional Beijing seperti Rusia dan Korea Utara.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Jepang dan Amerika Serikat mengumumkan rencana aksi bersama untuk mengembangkan alternatif rantai pasok mineral kritis dan logam tanah jarang, guna mengurangi ketergantungan pada China.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
3






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468975/original/039991100_1768040283-malut.jpeg)