KBRI Abu Dhabi: 20.000 visitor tertahan di UEA, 36 di antaranya WNI

1 day ago 4

Abu Dhabi (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha, menyebut berdasarkan data resmi otoritas Uni Emirates Arab (UEA) ada 20.000 pengunjung (visitor) internasional yang terdampak dan belum dapat melanjutkan perjalanan akibat situasi kawasan yang belum sepenuhnya kondusif di UEA dengan 36 di antaranya adalah WNI.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Dubai menyebut telah mendata 36 warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak dan belum dapat melanjutkan perjalanan terinci sebanyak 23 visitor ada di Dubai dan 13 visitor di Abu Dhabi.

“Seluruh WNI tersebut telah didata secara rinci dan dikumpulkan dalam satu grup komunikasi untuk memudahkan koordinasi serta fasilitasi sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari perpanjangan akomodasi hingga opsi perjalanan lanjutan melalui repatriasi mandiri,” kata Dubes Judha Nugraha di Abu Dhabi, Selasa.

Ia mengatakan, pendekatan ini dilakukan untuk memastikan setiap WNI memperoleh pendampingan yang cepat, terukur, dan responsif.

Judha menegaskan Pemerintah Indonesia akan terus memastikan perlindungan maksimal bagi WNI.

Pada Senin (2/3) malam pukul 21.00 hingga 22.30 waktu setempat, Dubes Judha dan jajarannya menggelar silaturahmi daring antara KBRI Abu Dhabi, KJRI Dubai, dan para WNI yang masih tertahan di Abu Dhabi maupun Dubai.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Judha tidak hanya menyampaikan perkembangan situasi, tetapi juga menghimpun aspirasi langsung dari para WNI yang terpaksa memperpanjang masa tinggal karena penerbangan belum tersedia.

Forum daring itu menjadi ruang dialog terbuka untuk memastikan setiap kendala dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara konkret.

Sejumlah langkah telah ditempuh oleh perwakilan RI. Selain memfasilitasi akses akomodasi selama masa perpanjangan tinggal, KBRI dan KJRI juga memberikan pendampingan administratif serta informasi terkini mengenai opsi perjalanan.

Bagi WNI yang mempertimbangkan untuk mendapatkan alternatif jalur pulang lebih cepat, perwakilan RI turut menawarkan opsi repatriasi mandiri melalui jalur darat via Oman, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi setempat.

Dubes Judha juga tetap menekankan pentingnya koordinasi erat antara otoritas negara setempat dan perwakilan diplomatik dalam memastikan perlindungan warga negara di luar negeri.

Pemerintah UEA sendiri telah memastikan dukungan logistik dan akomodasi bagi para visitor, sementara perwakilan RI memastikan aspek perlindungan, komunikasi, dan solusi perjalanan bagi WNI berjalan optimal.

“KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus mengimbau WNI di wilayah kerja masing-masing untuk memantau perkembangan resmi, menjaga komunikasi aktif dengan perwakilan RI, serta memprioritaskan keselamatan pribadi hingga penerbangan kembali beroperasi normal,” kata Judha.

Ia berharap langkah-langkah terkoordinasi ini akan mampu memastikan seluruh WNI yang saat ini masih berada di UEA dapat segera melanjutkan perjalanan atau kembali ke Tanah Air atau tujuannya dengan aman dan tertib, seiring dengan membaiknya situasi dan dibukanya kembali akses penerbangan secara penuh.

Di sisi lain, otoritas Abu Dhabi menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi para visitor internasional.

Melalui surat edaran resmi dari Department of Culture and Tourism Abu Dhabi kepada seluruh operator hotel, pemerintah setempat menginstruksikan agar masa inap visitor yang tidak dapat melanjutkan perjalanan diperpanjang. Pemerintah UEA menegaskan akan menanggung biaya tambahan malam menginap tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya terkoordinasi untuk memastikan tidak ada visitor yang terlantar tanpa akomodasi.

Kebijakan tersebut sekaligus mencerminkan kesigapan otoritas UEA dalam menjaga reputasi negara sebagai pusat konektivitas global yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengunjungnya.

Situasi di Abu Dhabi dan kawasan Teluk masih tegang akibat serangan balasan dari Iran yang menyasar beberapa negara Teluk Arab.

Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan drone dan rudal yang sebagian besar berhasil dicegat oleh pertahanan udara UEA, namun serpihannya yang jatuh ke tanah sempat menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di lingkungan sipil.

Selain itu, dampak lainnya antara lain sejumlah maskapai internasional seperti Etihad Airways, milik pemerintah Abu Dhabi, menangguhkan sementara penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab hingga setidaknya 4 Maret 2026 meski beberapa di antara rute sudah mulai dibuka.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI juga terus mengimbau seluruh WNI di wilayah Teluk untuk tetap waspada, melakukan registrasi keberadaan melalui saluran resmi, serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat guna memastikan keselamatan selama periode ketidakpastian ini.

Baca juga: Lebih 700 tanker antre, aliran minyak di Selat Hormuz turun 86 persen

Baca juga: Dubes RI: 23 WNI sempat tertahan di Bandara Abu Dhabi kini telah aman

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |