Kemiskinan 2027 Ditargetkan Turun ke Level 6-6,5 Persen

9 hours ago 6

PEMERINTAH dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati poin-poin Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2027. Tingkat kemiskinan tahun depan ditargetkan turun ke level 6-6,5 persen.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyatakan bahwa pemerintah dan anggota dewan menyepakati pengentasan kemiskinan ekstrem secara total pada 2027. “Tingkat kemiskinan dalam persentase 6,0 sampai 6,5, kemudian tingkat kemiskinan ekstrim dalam persentase nol.” ucap Misbakhun saat membacakan hasil kesepakatan KEM PPKF di gedung DPR, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Target penurunan angka kemiskinan di 2027 lebih rendah dibandingkan target tahun ini yang berada di rentang 6,5 hingga 7,5 persen. Sedangkan kemiskinan ekstrem telah ditargetkan berada di level nol persen di 2026.

Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk miskin pada September 2025 masih di angka 8,25 persen. Secara total, jumlah penduduk miskin pada periode tersebut sebesar 23,36 juta orang, turun sekitar 700 ribu dibandingkan dengan September 2024. Sedangkan tingkat kemiskinan ekstrem 0,78 persen pada September 2025.

Adapun selama 10 tahun atau sejak 2015 persentase kemiskinan di Indonesia tercatat turun. Pada 2015, persentase penduduk miskin berada di kisaran 11 persen lalu turun ke 9 persen dan sempat kembali ke 10 persen pada 2020 dan 2021, kemudian turun ke level 8 persen saat ini.

Data BPS juga memaparkan bahwa persentase kemiskinan di perkotaan pada September 2025 naik dari 6,73 persen menjadi 6,60 persen. Sedangkan, di pedesaan turun dari 11,03 persen menjadi 10,72 persen.

Persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 18,22 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 5,02 persen. Namun demikian, dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa, yakni 12,32 juta orang.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |