Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Energi Kuba mengumumkan pemadaman listrik nasional pada Sabtu (21/3) malam.
Belum sampai seminggu, Kuba kembali melakukan pemadaman listrik nasional. Kementerian Energi Kuba mengumumkannya lewat sebuah unggahan di X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemutusan total Sistem Listrik Nasional dilakukan. Protokol untuk pemulihan sudah mulai diterapkan," tulis kementerian.
Sebelumnya, pemadaman listrik nasional dilakukan pada Senin (16/3) karena pemblokiran pasokan bahan bakar oleh AS.
Melansir dari CNN, tepat sebelum pemadaman listrik pada Sabtu (21/3), perusahaan listrik milik negara telah melaporkan di media sosial bahwa mereka memperkirakan defisit daya sebesar 1.704 megawatt selama periode tersibuknya.
Presiden AS Donald Trump sering menyinggung Kuba selama beberapa pekan terakhir. Ia memprediksi keruntuhan pemerintahan komunis yang berkuasa di sana.
Pada Senin, ia sempat bertanya-tanya apa akan mendapat "kehormatan untuk mengambil alih" pulau itu.
Kuba berada di bawah embargo ekonomi yang ketat dari AS sejak revolusi di bawah Fidel Castro yang menggulingkan rezim Fulgencio Batista pada 1959.
Kuba telah melewati masa-masa ketidakpastian ekonomi yang parah sebelumnya seperti "Special Period" ketika Uni Soviet runtuh pada 1991. Peristiwa ini memutus sumber utama bantuan luar negeri bagi pemerintah komunis.
Krisis baru-baru ini sama suramnya. Kekurangan bahan bakar dari Meksiko dan Venezuela telah menghentikan hampir semua pariwisata ke Kuba. Hal ini membuat pendidikan dan layanan rumah sakit terganggu serta membuat petani tidak bisa membawa hasil panen mereka ke pasar.
(els)
Add
as a preferred source on Google

18 hours ago
2








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)








