Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan pihaknya akan terus melawan Amerika Serikat dan Israel hingga mengakhiri Donald Trump dari "bersenang-senang".
Araghchi menganggap serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran terjadi karena "Trump hanya ingin bersenang-senang". Trump, disebut Araghchi senang melihat orang-orang tewas tanpa alasan yang jelas.
"Anda tahu, orang-orang yang terbunuh hanya karena Presiden Trump ingin bersenang-senang. Ini adalah perang pilihan Trump dan Amerika Serikat, dan kita akan terus membela diri," ucap Araghchi dikutip dari TIME.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Araghchi, dalam pernyataan Minggu (15/3), mengatakan Iran terpaksa melepaskan serangan ke negara-negara tetangga. Serangan-serangan tersebut dianggap Araghchi sebagai tindakan defensif, dengan mengatakan bahwa negara-negara seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab "Memberikan wilayah mereka kepada pasukan AS untuk menyerang kita. Kita tidak bisa hanya diam saja mengenai hal ini. Iran hanya menargetkan aset-aset Amerika."
Hingga Minggu (15/3), serangan rudal dan drone Iran di Teluk dan Israel telah menewaskan lebih dari 30 orang, termasuk 13 anggota militer AS. Sementara Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan setidaknya 486 orang telah tewas dalam serangan Israel di sana.
Trump, pekan lalu, mengklaim Iran siap melakukan negosiasi kesepakatan. Namun, Trump mengklaim menolak tawaran tersebut.
Tapi, Araghchi membantah klaim Trump. Iran tidak pernah berniat melakukan negosiasi dengan Trump dan siap meladeni perang melawan AS serta Israel.
"Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap membela diri selama diperlukan. Inilah yang telah kami lakukan sejauh ini, dan kami akan terus melakukannya hingga Trump berada pada titik gagal meraih kemenangan pada perang ilegal ini."
"Kami tidak melihat alasan kenapa kami harus berbicara dengan AS, karena kami telah berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami, dan itu untuk kedua kalinya. Tidak ada pengalaman baik dalam berbicara dengan Amerika," ucap Araghchi menambahkan.
(har)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
3







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)









