Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah patung Christopher Columbus kini berdiri di kompleks Gedung Putih, Amerika Serikat, menandai langkah terbaru pemerintahan Donald Trump dalam membentuk ulang representasi sejarah dan budaya di ibu kota negara itu.
Patung setinggi sekitar 13 kaki tersebut dipasang di luar Gedung Eisenhower Executive Office Building pada akhir pekan lalu. Karya ini merupakan replika dari patung Columbus yang sebelumnya diruntuhkan saat gelombang protes keadilan rasial pada 2020.
Melansir CNN, pemasangan ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk mengembalikan sejumlah monumen yang sempat dihapus setelah demonstrasi besar menyusul kematian George Floyd. Banyak patung tokoh kontroversial kala itu diturunkan, termasuk Columbus dan figur-figur Konfederasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat yang dipublikasikan oleh Conference of Presidents of Major Italian American Organizations, Trump memuji dukungan kelompok tersebut yang membantu menghadirkan kembali patung Columbus ke Washington. Ia menyebut Columbus sebagai sosok pahlawan yang layak dikenang lintas generasi.
"Di Gedung Putih ini, Christopher Columbus adalah seorang pahlawan," kata juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, kepada The New York Times.
Namun, figur Columbus selama ini menjadi perdebatan panjang di Amerika Serikat. Ia kerap dikritik karena perannya dalam membuka jalan kolonisasi Eropa di benua Amerika serta perlakuannya terhadap komunitas pribumi.
Patung baru ini ditempatkan di area yang tidak dapat diakses langsung oleh publik, dikelilingi pagar pengaman. Lokasinya berada di dekat Renwick Gallery dan tidak jauh dari Gedung Putih.
Menurut pernyataan resmi organisasi Italia-Amerika tersebut, patung ini juga mengandung fragmen dari karya asli yang sempat dibuang ke pelabuhan Baltimore pada 2020. Pemasangan ini sekaligus dikaitkan dengan perayaan budaya Italia-Amerika dan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
Presiden organisasi itu, Basil Russo, menyebut patung Columbus sebagai simbol identitas bagi jutaan warga keturunan Italia di AS. Ia menilai figur tersebut selama ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus pemersatu komunitas imigran.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan lebih luas pemerintahan Trump untuk mengembalikan monumen kontroversial yang sempat diturunkan. Sebelumnya, pemerintah juga memasang kembali patung perwira Konfederasi Albert Pike di Washington DC, serta berencana mengembalikan memorial Konfederasi di Arlington National Cemetery, Virginia.
Kebijakan tersebut kembali memicu perdebatan lama di Amerika Serikat, antara upaya melestarikan sejarah dan tuntutan untuk meninjau ulang simbol-simbol masa lalu yang dianggap bermasalah.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
3







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)








