Peran Penting Pulau Kharg Iran yang Dibombardir AS

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat kembali menggempur habis-habisan Iran. Kali ini serangan mereka menyasar Pulau Kharg, gususan karang kuno yang punya peran penting dalam ekspor minyak negara Timur Tengah ini.

Dalam unggahan di media sosial buatannya, Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut Pulau Kharg sebagai pertama mahkota Iran.

"Komando Pusat Amerika Serikat melancarkan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran, Pulau Kharg," kata dia di Truth Social pada Kamis (13/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Pulau Kharg dan seberapa penting kehadiran serta perannya bagi dunia?

Pulau Kharg dijaga sangat ketat dan rahasia oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan hanya bisa diakses orang-orang yang memiliki izin keamanan resmi. Penjagaan ketat ini ditambah rekam jejaknya yang luar biasa membuat Kharg melestarikan karakter ekologis yang masih alami.

Kharg terletak di 55 km barat laut Pelabuhan Busheher dan sekitar 28 km dari dataran utama Iran. Bagi negara pimpinan Mojtaba Khamanei, pulau tersebut adalah tulang punggung perekonomian negeri, demikian dikutip Al Jazeera.

Pulau itu memproses 90 persen dari total ekspor minyak Iran dan menangani 950 juta barel setiap tahun.

Meski berperan signifikan, panjang Kharg hanya 8 km dan lebar 4-5 km. Namun, pulau ini menawarkan keuntungan geografis alami yakni perairan sekitarnya yang dalam. Kondisi ini memungkinkan kapal tanker super raksasa berlabuh dengan aman dan memuat minyak mentah untuk diangkut ke pasar Asia, terutama China.

Peran penting Pulau Kharg

Menurut Kementerian Perminyakan Iran, fasilitas di pulau tersebut berfungsi sebagai pusat saraf vital bagi produksi minyak. Terminal di sana menerima minyak mentah dari tiga ladang lepas pantai utama yaitu Aboozar, Forouzan, dan Doroof.

Minyak mentah itu kemudian diangkut melalui jaringan pipa bawah laut ke fasilitas pengolahan di darat sebelum disimpan atau dikirim ke pasar global.

Meski menghadapi sanksi internasional selama bertahun-tahun, Iran secara agresif memperluas infrastruktur pulau tersebut.

Pada Mei 2025, S&P Global Commodity Insights melaporkan bahwa Teheran menambah kapasitas penyimpanan terminal sebesar dua juta barel dengan merehabilitasi tangki 25 dan 26, yang masing-masing mampu menampung satu juta barel.

Secara historis, kapasitas pemuatan terminal-terminal yang terus ditingkatkan ini mencapai angka maksimum yang mencengangkan yakni tujuh juta barel per hari, meski ekspor nasional saat ini berkisar sekitar 1,6 juta barel per hari.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |