Prabowo Gandeng Megawati, Legislator PDIP: Bukan Hal yang Luar Biasa

4 hours ago 2

ANGGOTA DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Andreas Hugo Pareira, menilai momen Presiden Prabowo Subianto bergandengan tangan dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri bukan hal yang mengejutkan.

Dia mengatakan, momen kedekatan antara kedua Ketua Umum partai itu kian tegas mengartikan jika hubungan keduanya terus berjalan baik meski pada Pemilu 2024 lalu sempat menjadi pihak yang berkompetisi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"(Momen gandengan tangan Prabowo-Megawati?) Saya lihat bukan hal yang luar biasa," kata Andreas di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Wakil Ketua Komisi XII DPR ini, kedekatan di antara Megawati dengan Prabowo sebetulnya selalu terjadi dalam setiap momen ketika keduanya bersamuh. Kedekatan keduanya tidak selalu ditunjukan dengan gestur bergandengan tangan.

"Kami berharap hubungan hangat, hubungan harmonis ini memberikan manfaat, khususnya bagi rakyat. Itu yang paling penting," ujar Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDIP ini.

Adapun, setelah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Kepala Negara nampak menggandeng tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Momen bergandengan tangan kedua pimpinan partai ini sebelumnya terjadi manakala Prabowo mulai meninggalkan mimbar setelah bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam momen tersebut, Prabowo mempersilakan tetamunya, salah satunya Megawati untuk berjalan terlebih dahulu di depan. Namun, putri Presiden Indonesia pertama itu justru balik mempersilakan Prabowo berjalan paling depan.

Pada momen ini Megawati nampak melempar canda kepada Ketua Umum Partai Gerindra dengan menarik lengan Prabowo. Toh, sikap Megawati kemudian ditanggapi Prabowo dengan mengajak berjalan beriringan.

Sebagaimana diketahui, Megawati dan Prabowo sempat menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2009 silam. Kala itu, duet keduanya dikalahkan oleh duet Susilo Bambang Yudhoyono-Budiono.

Di pemilu berikutnya, Megawati dan Prabowo tidak lagi menjadi sekondan. Keduanya bersaing di kubu yang berbeda. Misalnya pada 2014 dan 2019, Megawati mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden yang bertarung dengan Prabowo.

Persaingan keduanya berlanjut hingga ke palagan Pemilu dan Pilkada 2024. Di Pemilu 2024, duet Ganjar-Mahfud yang diusung PDIP dan Megawati dikalahkan oleh duet Prabowo-Gibran.

Di Pilkada Jawa Tengah yang menjadi lumbung suara PDIP, duet Andika-Hendrar dikalahkan oleh duet Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang diusung koalisi pendukung Prabowo.


Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |