Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina, bukan untuk melucuti senjata Hamas. Ia menyebut misi tersebut berfokus pada perlindungan warga sipil di tengah konflik.
Meski demikian, Prabowo mengungkapkan rencana pengiriman pasukan saat ini ditangguhkan atau on-hold akibat perang antara Amerika Serikat-Israel vs Iran.
"Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina. Saya selalu katakan, dalam pembicaraan saya dengan tokoh-tokoh barat, kita akan ikut (Board of Peace/BoP) dan kita siap kirim pasukan perdamaian, asal saya bilang semua pihak setuju keterlibatan Indonesia," kata Prabowo dalam acara 'Presiden Prabowo Menjawab' di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menjelaskan persetujuan utama dalam rencana pengiriman pasukan perdamaian harus datang dari tokoh Palestina, serta negara-negara mayoritas Muslim yang tergabung dalam Board of Peace (BoP), seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya persetujuan dari Hamas sebagai pihak yang menguasai wilayah tersebut.
"Dan, saya juga mengatakan, de facto, Hamas harus menerima kita. Itu saya sampaikan. Karena we want to be a peacekeeping force," ujarnya.
Prabowo juga menegaskan Indonesia memiliki batasan nasional (national caveats) dalam keterlibatan misi tersebut. Ia memastikan Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi militer terhadap Hamas maupun pelucutan senjata kelompok tersebut.
"Kita tegas, tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas," kata Prabowo.
"Kedua, kita tidak mau terlibat dalam mengambil senjata, de-weaponization, dari Hamas. Kita tidak mau ikut. Yang kita mau adalah menjaga rakyat sipil dari serangan mana pun," lanjutnya.
Menurut Prabowo, penangguhan rencana pengiriman pasukan dilakukan setelah konsultasi dengan berbagai pihak menyusul meningkatnya konflik kawasan.
"Setelah terjadi perang begini, kita konsultasi, tapi de facto-nya adalah everything on hold. Ya, saya sudah umumkan," katanya.
Sebelumnya, Indonesia berencana mengirim hingga 8.000 personel TNI untuk misi perdamaian dan stabilisasi kemanusiaan di Gaza. Pasukan tersebut disiapkan untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF), namun pelaksanaannya masih menunggu mandat resmi PBB serta kondisi yang lebih kondusif di lapangan.
(lau/har)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
3







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)









