Tantangan Endy Arfian Jadi Jurnalis di Film Ghost in the Cell

7 hours ago 2

CANTIKA.COMJakarta - Aktor Endy Arfian menghadirkan pengalaman berbeda dalam proyek film terbarunya, Ghost in the Cell. Dalam film tersebut, Endy memerankan karakter seorang jurnalis yang terlibat dalam kasus kriminal serius. Peran ini menjadi tantangan baru bagi Endy karena untuk pertama kalinya ia harus mendalami profesi jurnalis secara intens.

Dalam proses kreatifnya, Endy mengaku melakukan riset mendalam sebelum menjalani proses syuting. Ia memulai dengan mempelajari character sheet yang diberikan oleh sutradara film tersebut, Joko Anwar. Dari dokumen itu, Endy memahami latar belakang karakter yang ia mainkan, termasuk berbagai pengalaman hidup yang membentuk kepribadian tokohnya.

“Awalnya aku belajar dari character sheet. Di situ sudah dijelaskan latar belakang karakter, apa saja yang pernah dia alami dalam hidupnya. Ternyata hidupnya juga tidak baik-baik saja,” ucap Endy kepada Cantika, Senin, 23 Februari 2025. 

Setelah memahami cerita latar tokohnya, Endy kemudian memperdalam pengetahuan tentang dunia jurnalistik. Ia mempelajari bagaimana cara berpikir seorang jurnalis dan tanggung jawab yang harus mereka jalani.

Menurutnya, profesi jurnalis memiliki tantangan besar karena menuntut keberanian serta kemampuan berpikir kritis. “Setelah aku pelajari, ternyata menjadi jurnalis atau aktivis itu tugasnya berat sekali. Mereka harus selalu berani, berpikir kritis, dan tidak boleh takut pada tekanan atau intimidasi,” katanya.

Pengalaman mendalami karakter ini membuat Endy semakin memahami beratnya profesi jurnalis, terutama di Indonesia. Ia merasa proses riset tersebut membantunya lebih dekat dengan emosi dan perspektif karakter yang ia perankan.

“Selama ini aku sering memperhatikan jurnalis, tapi belum pernah benar-benar memerankan karakter seperti ini. Ini pertama kalinya dan ternyata tidak mudah,” tambahnya.

Tantangan Memahami Dunia Penjara

Endy Arfian ketika berkunjung ke kantor Tempo dalam promosi film terbarunya, Ghost in the Cell di Jakarta, 6 Maret 2026. Tempo/Fardi Bestari

Selain memerankan jurnalis, karakter Endy dalam film ini juga memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan di penjara. Hal tersebut menjadi tantangan lain yang harus ia hadapi saat mempersiapkan perannya.

Endy mengaku sebelumnya tidak memiliki banyak bayangan tentang kehidupan di balik jeruji besi. Oleh karena itu, ia sangat terbantu ketika tim produksi mengajaknya berkeliling set lokasi syuting sebelum pengambilan gambar dimulai.

Ketika pertama kali memasuki set yang menggambarkan sel penjara, ia merasakan suasana yang sangat intens. “Aku diajak tur keliling set dulu. Begitu masuk ke dalam sel penjara, aku langsung merasa takut. Rasanya benar-benar seperti berada di penjara sungguhan,” ujarnya.

Suasana set yang dibangun dengan sangat detail membuat Endy terbawa emosi karakter yang ia mainkan. Ia merasakan campuran perasaan takut, sedih, sekaligus tertekan emosi yang kemudian membantu memperdalam aktingnya di film tersebut.

Endy juga memuji kerja tim produksi yang berhasil menciptakan atmosfer penjara secara realistis. Set tersebut dirancang oleh production designer Dennis Widjaja sehingga memberikan pengalaman imersif bagi para pemain.

Referensi Film untuk Mendalami Karakter

Dalam proses risetnya, Endy juga mendapatkan sejumlah rekomendasi film dari sutradara untuk membantu memahami karakter jurnalis. Melalui referensi tersebut, ia mempelajari bagaimana seorang jurnalis berpikir, bertindak, dan menghadapi tekanan dalam situasi tertentu.

Menurut Endy, memahami pola pikir karakter menjadi salah satu aspek terpenting dalam membangun peran. Hal inilah yang kemudian membuat karakter jurnalis yang ia mainkan terasa lebih kompleks dan penuh misteri. “Cara berpikir seorang jurnalis itu berbeda. Itu yang aku coba pelajari supaya bisa masuk ke dalam karakter,” ujarnya.

Dengan kombinasi riset, pendalaman karakter, serta atmosfer set yang kuat, Endy merasa pengalaman bermain di Ghost in the Cell menjadi salah satu proses akting paling menantang sekaligus berkesan dalam perjalanan kariernya.

Film ini juga menghadirkan cerita kriminal yang penuh ketegangan dan misteri, termasuk kasus pembunuhan brutal yang menjadi inti konflik cerita. Karakter yang diperankan Endy digambarkan memiliki sisi tenang dan tertutup, sehingga menimbulkan rasa penasaran bagi penonton tentang apa yang sebenarnya tersembunyi di balik sikap diamnya.

Pengalaman tersebut membuat Endy semakin tertantang untuk mengeksplorasi karakter yang lebih kompleks di masa mendatang. Bagi aktor muda ini, memerankan jurnalis di Ghost in the Cell bukan sekadar akting, tetapi juga perjalanan memahami realitas profesi yang penuh risiko dan keberanian.

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |