Tantangan Para Pengisi Suara Film Animasi Garuda di Dadaku

5 hours ago 2

PARA pengisi suara film animasi Garuda di Dadaku mengungkapkan berbagai tantangan yang mereka hadapi selama proses produksi. Tantangan tersebut mulai dari membangun imajinasi untuk menghidupkan karakter hingga menjaga konsistensi suara saat rekaman.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kristo Immanuel terlibat sebagai pengisi suara karakter Gaga. Ia mengatakan salah satu kesulitan terbesar dalam mengisi suara film animasi adalah membangun ruang imajinasi karena proses rekaman dilakukan di studio tertutup, bukan di lokasi yang sesuai dengan adegan dalam cerita.

"Kesulitannya salah satu yang utama adalah membangun ruang imajinasi. Karena kita rekamannya di indoor, bukan di lapangan bola beneran," kata Kristo di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut dia, pengisi suara harus mampu membayangkan situasi yang sedang diperankan meskipun berada di ruang rekaman yang kedap suara. Selain itu, mereka juga dituntut menjaga emosi dan kekuatan vokal saat harus berteriak dalam berbagai adegan.

Kristo mengaku sempat mengalami gangguan suara selama proses rekaman. Ia mengatakan kondisi ruangan yang dingin serta intensitas penggunaan suara membuat tenggorokannya hampir mengalami radang.

Sementara itu, Quinn Salman adalah pengisi suara karakter Naya. Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapinya berasal dari perbedaan karakter yang diperankan dengan kepribadiannya sehari-hari. Dalam film tersebut, karakter Naya yang memiliki latar belakang dan cara berbicara berbeda dari dirinya.

"Karakter Naya jauh berbeda dengan kehidupan aku sehari-hari. Cara dia ngomong juga beda banget sama aku," ujar Quinn. Untuk mendalami karakter tersebut, ia mengaku mencari referensi dari adiknya yang memiliki ketertarikan besar terhadap sepak bola.

Di sisi lain, Keanu Azka yang menjadi pengisi suara karakter Putra menghadapi tantangan karena pada saat  proses rekaman berlangsung dirinya memasuki masa pubertas. Perubahan suara yang terjadi selama beberapa bulan produksi membuatnya harus menyesuaikan kembali karakter suara yang digunakan. "Suara aku berubah banget dari yang sebelumnya. Jadi aku harus menyesuaikan lagi saat rekaman revisi," kata Keanu.

Ketiganya sepakat bahwa mengisi suara film animasi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dibandingkan bermain dalam film live action. Mereka menilai pengisi suara harus memiliki kemampuan berimajinasi lebih kuat karena tidak dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan maupun pemain lain saat proses rekaman berlangsung.

Meski demikian, mereka menganggap pengalaman tersebut memberikan tantangan sekaligus keseruan tersendiri. Hal tersebut karena mereka bisa memerankan karakter dan dunia yang sulit diwujudkan dalam produksi film live action.

Film animasi Garuda di Dadaku yang diproduksi oleh KAWI Animation dan BASE Entertainment, merupakan IP film Garuda di Dadaku pada 2009. Disutradarai Ronny Gani, film ini dijadwalkan tayang mulai Kamis, 11 Juni 2026 di bioskop.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |