Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku perang melawan Iran dilakukan hanya untuk membantu sekutu Washington di Timur Tengah, pada Rabu (1/4).
Trump mengaku tidak butuh apa-apa di Timur Tengah dan serangan bersama Israel ke Iran pada 28 Februari lalu dilakukan untuk membantu sekutu-sekutu AS. Amerika memang memiliki beberapa sekutu dekat di Timur Tengah seperti negara Arab dan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sepenuhnya sendiri di Timur Tengah, tetapi kami tetap berada di sana untuk membantu," ujar Trump, dikutip Middle East Eye.
"Kami tidak perlu berada di sana. Kami tidak membutuhkan minyak mereka atau apa pun yang mereka miliki. Kami berada di sana untuk membantu sekutu-sekutu kami," tambah dia.
Trump kemudian berterima kasih kepada sekutu AS di Timur Tengah, yakni Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain.
"Mereka luar biasa, dan kami tidak akan membiarkan mereka terluka atau gagal dalam bentuk apa pun," kata Trump.
Ia kemudian memuji keberhasilan militer AS yang cepat, dan luar biasa selama 32 hari perang berlangsung, serta menyatakan tujuan utama hampir tercapai.
Ia tidak memberitahu kapan serangan AS akan dihentikan, namun memperingatkan kehancuran lebih besar masih akan terjadi.
"Kami akan menyelesaikan tugas ini dengan cepat. Kami sudah sangat dekat," ujar Trump.
"Dalam dua hingga tiga pekan ke depan, kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dan membawa mereka kembali ke masa keterbelakangan," tambah dia.
Saat menjelaskan alasan dilakukannya perang, Trump menegaskan perubahan rezim bukanlah tujuan utama AS.
"Kami tidak pernah mengatakan perubahan rezim adalah tujuan, tetapi perubahan rezim memang telah terjadi," katanya.
Ia merujuk pada pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani oleh Israel.
Pemimpin tertinggi Iran saat ini disebut sebagai putra Khamenei, Mojtaba, yang kini belum terlihat di hadapan publik.
"Malam ini, angkatan laut Iran telah hancur. Angkatan udara mereka dalam kondisi porak-poranda. Para pemimpin mereka, sebagian besar rezim yang mereka pimpin, kini telah tewas," ujar Trump.
Trump mengatakan AS terus melumpuhkan kemampuan rezim Iran untuk mengancam Amerika atau memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya.
Pernyataan itu muncul meski Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan Iran tidak pernah memiliki kemampuan untuk menyerang wilayah AS.
Ia juga mengatakan setelah konflik berakhir, Selat Hormuz akan kembali terbuka karena Iran membutuhkan ekspor minyak untuk membangun kembali ekonominya.
Trump menambahkan AS belum menyerang fasilitas minyak Iran, karena dinilai dapat menghilangkan peluang kecil Iran untuk bertahan.
(rnp/rds)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491263/original/038261600_1770089716-wehrmann_j.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





