Trump Kirim 5.000 Tentara AS ke Polandia, Ada Apa?

15 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan mengirim 5.000 tentara ke Polandia, usai Kementerian Pertahanan atau Pentagon mengumumkan pengurangan pasukan ke negara-negara Eropa.

Dalam pernyataan di media sosialnya, Trump menyampaikan pengerahan itu dilakukan lantaran hubungan baiknya dengan Presiden Karol Nawrocki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, dan hubungan kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia," kata Trump di Truth Social, Jumat (22/5).

Pentagon sebelumnya mengumumkan bahwa jumlah pasukan Brigade Combat Team (BCT) di negara-negara Eropa akan dikurangi dari empat menjadi tiga. Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan keputusan ini diambil sebagai hasil dari "proses komprehensif dan berlapis-lapis" yang berfokus pada posisi AS di Eropa.

Pentagon tidak menyebut berapa rincian jumlah pasukan yang akan terdampak. Menurut Parnell, pengurangan ini akan membawa jumlah tentara AS kembali ke tingkat saat 2021.

Pentagon juga sempat menyatakan keputusan ini akan berimbas pada penundaan sementara pengerahan pasukan AS ke Polandia. Pentagon menolak berkomentar mengenai keputusan terbaru Trump.

Dilansir dari Politico, seorang pejabat Polandia sekaligus seorang perwakilan NATO, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan bahwa mereka terkejut dengan keputusan Trump tersebut. Pasalnya, langkah ini diambil tanpa diskusi lebih dulu dengan sekutu.

Militer Polandia telah diinformasikan pekan lalu bahwa Pentagon membatalkan pengerahan 4.000 pasukan ke negara itu. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance membantah laporan tersebut dengan mengatakan pengerahan ini ditunda bukan dibatalkan.

Keputusan pengerahan ini sendiri terjadi menyusul pengumuman AS mengenai rencana menarik 5.000 prajurit dari pangkalan militer AS di Jerman. Trump marah dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz karena menyebut Iran "mempermalukan" AS, demikian dilansir dari New York Times.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |