Banjir bandang mendadak menerjang kawasan Grand Canyon, AS. Lebih dari 20 orang dilaporkan hilang, sementara puluhan wisatawan berhasil dievakuasi helikopter.(BBC)
BANJIR bandang menerjang kawasan Grand Canyon, Amerika Serikat, dan menyebabkan lebih dari 20 orang dilaporkan hilang atau belum ditemukan. Layanan Taman Nasional (NPS) mengonfirmasi bahwa bencana alam ini menghantam wilayah Bright Angel Canyon dan area Phantom Ranch pada Sabtu sekitar pukul 14.30 waktu setempat (22.30 BST).
Hingga saat ini, sebanyak 62 orang berhasil dievakuasi dari dasar ngarai menggunakan helikopter, dan proses evakuasi diperkirakan masih akan terus berlanjut. Beruntung, sejauh ini belum ada laporan mengenai korban luka-luka.
Salah satu wisatawan yang berhasil diselamatkan, Nikki Baggs, 41, menceritakan kepanikan saat air bah mendadak menerjang kawasan tempatnya menginap bersama dua rekannya.
"Seluruh kejadian itu sangat menakutkan," ujar Baggs kepada BBC. "Awalnya hari itu sangat indah, lalu orang-orang mulai berteriak dan berlarian."
Baggs menceritakan ia dan kawan-kawannya baru saja menaruh barang bawaan di sebuah kabin di Phantom Ranch, sebuah penginapan terpencil di dasar Grand Canyon, sebelum memutuskan keluar untuk menikmati cuaca. Namun secara mengejutkan, luapan air mendadak menerjang dan menyapu bersih area sekitarnya.
Saat hujan deras turun, Baggs dan temannya langsung berlari menuju tempat yang lebih tinggi dan sempat duduk di meja piknik. Petugas ranger taman nasional kemudian berteriak agar mereka kembali berlari menuju tebing yang lebih tinggi. Di titik itulah mereka menunggu bersama puluhan wisatawan lain selama berjam-jam sebelum akhirnya dievakuasi helikopter sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Baggs menambahkan ia menyaksikan langsung beberapa jembatan tersapu air dari tebing tempatnya berlindung. Meski rencana makan malam mereka di Phantom Ranch batal, ia mengaku sangat bersyukur bisa selamat berkat kesiapsiagaan para petugas.
"Itu adalah upaya koordinasi yang sangat luar biasa," ungkapnya. "Hal itulah yang membuat kami merasa aman di tengah situasi yang tidak aman."
Pihak NPS melaporkan banjir bandang telah menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa titik, sehingga jalur pendakian di area terdampak ditutup untuk sementara. Pihak pengelola mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pendaki atau wisatawan di sepanjang koridor Bright Angel Creek pada hari Sabtu untuk segera menghubungi otoritas terkait.
NPS juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi badai petir dan hujan deras susulan yang diprakirakan masih terjadi. Kondisi cuaca buruk ini berisiko memicu banjir bandang lanjutan, aliran puing, tanah longsor, serta perubahan kondisi jalur dan sungai secara mendadak.
Grand Canyon sendiri merupakan salah satu taman nasional paling populer di Amerika Serikat yang menarik sekitar lima juta pengunjung setiap tahunnya. Jalur Bright Angel yang terdampak banjir dikenal sebagai rute pendakian paling favorit bagi para wisatawan. (BBC/Z-2)


















































